14 March 2020, 09:10 WIB

Si Merah Terancam Gagal Juara


Akmal Fauzi | Sepak Bola

KEPUTUSAN Premier League menghentikan Liga Primer Inggris hingga 4 April mendatang akibat wabah virus korona baru (covid-19), kemarin, menjadi kabar buruk bagi Liverpool. Pasalnya, bukan tidak mungkin jika kondisi tidak memungkinkan, Liga Primer musim ini dihentikan walau belum menyelesaikan seluruh pertandingan.

Jika Liga Primer musim 2019-2020 akhirnya dihentikan, Liverpool yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan 25 poin atas Manchester City yang berada di posisi dua, belum tentu dinobatkan sebagai juara. Pasalnya, tidak ada aturan yang spesifik di Liga Primer soal penentuan tim yang menjadi juara jika kompetisi tidak menyelesaikan 38 pekan pertandingan. Kondisi itu juga terjadi untuk menentukan tiga tim yang terdegradasi.

Keputusan Premier League menunda kompetisi dilakukan setelah melakukan pertemuan dengan klub-klub Liga Inggris. “Dalam situasi yang tak terduga ini, kami bekerja sama dengan klub, pemerintah, FA, dan EFL untuk memastikan bahwa kesehatan pemain, staf, dan suporter ialah prioritas ­utama kami,” kata CEO Premier League, Richard­ Masters.

Pertemuan itu digelar setelah pelatih Arsenal, Mikel Arteta, dan pemain Chelsea Callum Hudson-Odoi positif mengidap virus korona. “Kami berharap Mikel Arteta, Callum Hudson-Odoi, dan semua yang terjangkit covid-19 segera sembuh,” tambahnya.

Penundaan kompetisi juga diambil lembaga tertinggi sepak bola Eropa, UEFA. Secara resmi, UEFA telah menunda laga Liga Champions dan Liga Europa yang dijadwalkan digelar pekan depan.

“Mengingat perkembangan penyebaran covid-19 di Eropa dan keputusan terkait yang dibuat pemerintah, semua pertandingan kompetisi klub UEFA yang dijadwalkan minggu depan ditunda,” kata UEFA.

Dengan penundaan tersebut, undian perempat final Liga Champions dan Liga Europa yang dijadwalkan pada 20 Maret juga otomatis ikut ditunda. UEFA akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi untuk menetapkan jadwal pengganti untuk laga tersebut.

Euro 2020 terimbas

Bukan hanya kompetisi antarklub Eropa, ajang Euro 2020 tahun ini juga terancam batal digelar sesuai jadwal. Ajang yang sedianya akan berlangsung di 12 kota di Eropa pada 12 Juni-12 Juli itu kemungkinan besar akan diundur.

UEFA akan menggelar pertemuan pada pertengahan pekan depan dengan perwakilan dari 55 anggota asosiasi, termasuk para anggota dewan klub Eropa, Liga Europa, serta perwakilan FIF Pro.

“Diskusi akan mencakup semua kompetisi domestik dan Eropa, termasuk Euro 2020. Komunikasi lebih lanjut akan dilakukan setelah pertemuan-pertemuan tersebut,” demikian pernyataan UEFA.

Sejumlah negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah, seperti Italia dan Spanyol, saat ini telah melakukan isolasi di sejumlah kota sehingga kemungkinan besar tak bisa menggelar pertandingan.

Saat ini 20 negara sudah dipastikan lolos ke putaran final Euro 2020, sementara empat slot lainnya bakal diperebutkan 10 tim yang masuk babak play-off. Hal itu pun membuat Euro 2020 terancam tak bisa mendapat kuota 24 tim peserta. (AFP/R-1)

 

BERITA TERKAIT