14 March 2020, 08:15 WIB

Billy Gilmour Reinkarnasi Xavi Hernandez


Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo | Sepak Bola

BILLY Gilmour bukan baru bergabung di Chelsea. Sejak Juli 2017, pemain muda asal Skotlandia ini sudah ditarik the Blues dari Glasgow Rangers. Namun, karena usianya ketika itu masih 16 tahun, Gilmour dimasukkan ke tim under-18.

Baru setahun kemudian, pemain kelahiran 11 Juni 2001 itu bisa menandatangani kontrak sebagai pemain profesional. Namun, dengan tinggi badan 1,68 m, Gilmour ternyata tidak menarik perhatian pelatih Maurizio Sarri. Ia sama sekali tidak pernah dimainkan.

Ketika setahun kemudian Frank Lampard masuk untuk menggantikan Sarri, ia pun hanya sekali menurunkan Gilmour dalam pertandingan uji coba melawan Bohemians di Dublin. Debutnya di Liga Premier baru terjadi pada 31 Agustus saat Chelsea menghadapi Sheffield United, itu pun hanya diturunkan Lampard enam menit menjelang bubaran.

Sebulan kemudian Gilmour mendapatkan kesempatan bermain penuh untuk the Blues. Namun, ajangnya hanya di Piala Carabao saat Chelsea menghadapi klub Liga II, Grimsby Town. Setelah itu, Lampard juga sama sekali tidak pernah lagi melirik pemain dengan nomor punggung 47 itu. Kekalahan demi kekalahan harus diterima Lampard. Berbagai kritik terhadap penampilan Chelsea, terutama ketika bermain di kandang, akhirnya membuat sang pelatih nyaris frustrasi.

Pada 3 Maret, Lampard dihadapkan kepada situasi to be or not to be. Di babak 16 besar Piala FA, Chelsea harus bertemu lawan berat, Liverpool. Lampard membuat pertaruhan yang berani. Apalagi ia tidak bisa menurunkan gelandang bertahan asal Italia, Jorginho, dan akhirnya memilih memainkan Gilmour sebagai pemain utama.

Di luar dugaan, Chelsea tidak hanya mampu menggulung the Reds 2-0, tetapi juga Gilmour menjadi bintang lapangan yang mampu membuyarkan keunggulan Liverpool. Meski tubuhnya tampak kecil jika dibandingkan dengan pemain lainnya, Gilmour tidak pernah kalah dalam perebutan bola. Bahkan, ia bisa menjadi pemain terakhir yang menggagalkan upaya Sadio Mane untuk membuat gol.

Penampilan menawan Gilmour ternyata bukan sebuah kebetulan. Pelatih Rangers, Pedro Caixinha, memang pernah mengatakan anak asuhnya yang satu ini memiliki masa depan yang cerah dan akan menjadi pemain besar kelak.

Saat Lampard memainkan lagi Gilmour menghadapi Everton, pemain kelahiran Glasgow itu kembali bermain gemilang dengan membawa Chelsea menang telak 4-0. Penampilannya yang menawan membuat ia terpilih sebagai man of the match.

Seperti Xavi

Gaya bermain Gilmour yang dinamis dan selalu ada pada setiap situasi permainan mengingatkan pencinta sepak bola kepada bintang Barcelona Xavi Hernandez. Apalagi perawakan tubuhnya relatif hampir sama dan sama sulitnya untuk merebut bola yang ada di kakinya. Ia pun persis seperti Xavi, memainkan tiki-taka dengan cepat mengalirkan bola dari kaki ke kaki.

“Saya benar-benar kagum melihat dia bermain. Sudah lama saya tidak melihat pemain gelandang seperti itu. Dulu Xavi yang bermain seperti itu,” ujar legenda sepak bola Republik Irlandia, Johnny Giles.

Jangan lupa dia pemain yang masih muda. Namun, ia mampu memperlihatkan bagaimana seharusnya seorang pemain gelandang itu memainkan perannya­ di tengah lapangan, tambah mantan Bintang Manchester United itu memuji Gilmour.

Tidak usah heran apabila Lampard akan memberikan kepercayaan lagi kepada Gilmour saat bertandang ke kandang Aston Villa, Sabtu malam ini atau Minggu dini hari WIB. Ia telah menemukan pemain yang sangat dibutuhkan untuk membangun kembali Chelsea, di tengah cedera yang dialami gelandang kawakan N’Golo Kante dan larangan bermain yang masih harus dijalani Jorginho.

Bersama Ross Barkley dan Mason Mount, Gilmour pantas menjadi andalan untuk memenangi pertarungan di lapangan tengah. Para pemain muda itu telah membuktikan mampu memenuhi harapan Lampard untuk menjaga keseimbangan, baik dalam menyerang maupun dalam bertahan.

Saat bertemu Everton, Mount bahkan mampu membuka kemenangan. Ia pun sangat padu dengan trio penyerang Willian, Olivier Giroud, dan Pedro yang masing-masing juga menyumbangkan tiga gol tambahan untuk the Blues.

Modal kemenangan telak pekan lalu pantas membuat Chelsea percaya diri untuk meraih tiga poin tambahan malam nanti. Kapten kesebelasan, Cesar Azpilicueta, ternyata bermain apik sebagai bek kanan sekaligus memberi tempat kepada rekannya dari Spanyol, Marcos Alonso, untuk mengisi bek kiri. Mereka berdua mempunyai kemampuan untuk ikut menyerang melalui sayap dan tidak jarang ikut menyumbangkan gol.

Permainan Gilmour yang kadang menjadi pemain belakang terakhir, meringankan tugas dua center-back Antonio Rudiger dan Kurt Zouma dalam mengamankan jantung pertahanan. Kiper Kepa Arrizabalaga pun diuntungkan karena gawangnya bisa aman.

Ujian paling puncak yang harus di­hadapi Gilmour selanjutnya saat Chelsea harus bertandang ke kandang Bayern Muenchen, Rabu mendatang. Sejauh mana ia bisa membantu the Blues membuat keajaiban setelah dibungkam 0-3 di Stamford Bridges. Gilmour ketika itu tidak dimainkan Lampard.

Partai unik

Aston Villa sebenarnya merupakan salah satu dari lima klub Inggris yang pernah mengangkat Piala Champions. Namun, prestasinya musim ini sedang terpuruk. Klub itu bercokol di urutan kedua terbawah sehingga terancam terdegradasi.

Pertemuan mereka malam ini dengan Chelsea merupakan pertandingan yang unik karena penuh nostalgia. Mantan kapten Chelsea, John Terry, yang kini menjadi asisten pelatih Villa harus menjamu bekas rekan satu timnya, Lampard, dan klub yang pernah ia ikut besarkan.

Satu lagi yang menarik, Gilmour akan bersaing dengan seniornya, John McGinn, di lapangan tengah. McGinn merupakan salah satu gelandang terbaik Skotlandia dan terpilih sebagai pemain terbaik di negaranya pada 2019.

Pelatih Villa, Dean Smith, sangat berharap McGinn bisa turun bermain malam ini. Ia sudah 14 kali absen membela Villa karena cedera pergelangan kaki. McGinn pekan ini sudah kembali berlatih dan Smith sudah memasukkan namanya ke tim yang akan tampil menghadapi the Blues.

Smith sangat membutuhkan kemenangan malam ini tidak hanya untuk menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi, tetapi juga untuk mengamankan jabatannya. Ia terancam dicopot dari jabatannya setelah Selasa lalu dipecundangi Leicester City 4-0.

Persoalan terberat yang dihadapi Smith ialah kekompakan timnya. Ia terpaksa menghukum gelandang Danny Drinkwater untuk tidak diberi upah selama 14 hari karena menandukkan kepala kepada rekan satu timnya, Jota, dalam latihan. Smith memastikan tidak akan memasukkan nama Drinkwater dalam pertandingan malam nanti.

The show must go on. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Smith harus meramu tim terbaik untuk bisa merebut kembali kemenangan yang hilang. Terakhir Villa bisa membukukan kemenangan November tahun lalu saat menjamu Newcastle United di Villa Park.

Apabila pemain asal Belanda Anwar El Ghazi dan Jack Grealish berada dalam permainan terbaiknya, bukan mustahil Villa akan bisa membuat kejutan. Apalagi jika McGinn bisa mendampingi Conor Hourihane dan Douglas Luiz untuk memenangi pertarungan di lapangan tengah.

Kiper kawakan Pepe Reina harus memperbaiki penampilannya sebab penyerang Chelsea sedang menemukan permainan mereka. Giroud terus memperlihatkan diri sebagai pemain yang masih bisa diandalkan Lampard dan tidak kalah dari penyerang muda Tammy Abraham. Demikian pula penyerang sayap asal Brasil, Willian, yang kembali menggigit setelah pulih dari cederanya.

Satu yang bisa membuyarkan pertandingan malam ini ialah virus korona. Penyerang Chelsea, Callum Hudson-Odoi, positif terkena virus yang sedang membuat heboh dunia itu. Hudson-Odoi sudah diisolasi, tetapi kelanjutan pertandingan malam ini tergantung keputusan Liga Primer.

Pertandingan menarik lainnya akan terjadi Minggu malam di Stadion Tottenham Hotspur, tempat Spurs akan menjamu Manchester United. Pelatih Spurs, Jose Mourinho, harus menghadapi bekas anak asuhnya yang sedang naik daun. Kamis malam, ‘Setan Merah’­ menggilas tuan rumah LASK Linz 5-0 di babak 16 besar Liga Europa.

Setelah kemenangan 2-0 atas Manchester City, ‘Setan Merah’ semakin percaya diri. Mourinho benar-benar diuji apakah masih pantas disebut the special one dengan merancang strategi yang tepat untuk bisa meredam kecepatan ‘Setan Merah’.

 

BERITA TERKAIT