14 March 2020, 05:20 WIB

Asmara Abigail: Terjebak di Italia Mengarantina Diri


Atalya Puspa | Weekend

AKTRIS Asmara Abigail, 27, termasuk di antara jutaan orang di Italia yang mengarantina diri di dalam rumah. Melalui media sosialnya, aktris muda itu membagikan kondisi terkini di Italia, yang mengisolasi seluruh wilayahnya karena pandemi virus korona baru (covid-19).

“Saya merasa beruntung mengalami ini, saat awal coronavirus breakout dan pasiennya masih di angka 400 ribu,” ujar pemain film Perempuan Tanah Jahanam (2019) itu terbata-bata, dalam salah satu video yang diunggah di akun Instagram miliknya, Rabu (11/3).

Ia tadinya datang ke Italia untuk menghadiri acara Milan Fashion Week dan penayangan dua filmnya di Amsterdam dan Paris. Abi--demikian panggilan akrabnya--tiba pada 19 Februari 2020 atau tiga hari sebelum virus korona breakout ditetapkan di Italia pada 22 Februari 2020. “Setelah breakout di Italia pada 20 Februari 2020, saya membatalkan semua perjalanan saya,” ucap gadis yang akan berulang tahun pada 3 April mendatang, itu.

Abi mengungkapkan kasus pasien positif covid-19 melonjak tajam di Italia karena pemerintahnya melakukan tes lebih banyak, kurang lebih 30 ribu tes, sedangkan Prancis 3.000 dan Jerman 4.000. “Makanya angka pasien korona di Italia paling tinggi di Eropa,” tuturnya.

Spontan hal itu membuat pemerintah Italia melakukan kebijakan lockdown atau mengunci aktivitas bepergian di sana hingga April 2020. Menurutnya, bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri dan orang lain ialah hal paling bijaksana untuk dilakukan dalam merespons ancaman wabah virus korona saat ini. Abi dan jutaan warga Italia lain pun memilih melakukan self-quarantine atau berdiam di dalam rumah dan melakukan kontak fisik seminimal mungkin. Setidaknya jarak per orang dijaga sekitar 1 meter untuk mengurangi penyebaran masif korona. Tindakan ini, menurutnya, dapat membantu tenaga medis yang kelabakan menangani pasien korona.

“Kita tidak boleh keluar rumah, kecuali ke supermarket dan apotek. Kita wajib menjaga jarak 1 meter. Setiap hari lonjakan pasien korona di atas 1.500. Tapi setelah karantina di rumah, angka itu berkurang,” bebernya.

Angka kematian covid-19 memang rendah, sekitar 2%, tapi penyebarannya sangat cepat. Menurut Abi, upaya mengisolasi diri penting dilakukan untuk membantu sistem kesehatan publik supaya dokter dan perawat bisa fokus menyembuhkan pasien yang sudah terjangkit dan butuh pertolongan darurat.

Itu karena fasilitas kesehatan publik tidak akan cukup untuk memfasilitasi lonjakan pasien positif yang angkanya bisa mencapai ribuan. “Semua tutup, dari kantor, sekolah, universitas, tempat hiburan, dan pertandingan bola,” imbuhnya.

Beri tips

Menurutnya, covid-19 ialah masalah serius yang telah menjadi masalah global dan membuat ratusan negara kelabakan, bukan hanya Tiongkok atau Italia. Abi menyerukan pada seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi untuk itu.

Berkaca dari situasi di Italia, Abi menyarankan agar masyarakat Indonesia menaati imbauan pemerintah untuk mengurangi kontak fisik dengan menghindari tempat publik atau keramaian. Anak-anak di Italia bahkan dilarang bertemu kakek-neneknya untuk sementara karena berpotensi menjadi carrier virus korona.

“Museum, konser, semuanya streaming. Begitu juga dengan tempat-tempat ibadah yang meniadakan acara apa pun. Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta menggunakan masker saat sedang sakit atau bepergian. Tapi yang paling baik itu kita hindari keramaian,” ujarnya.

Saat keluar rumah, Abi melanjutkan, gunakan sarung tangan yang bisa didisinfektan ulang setelah dipakai. Saat bertransaksi, lakukanlah secara nontunai. “Hindari penggunaan uang cash, bersihkan semua barang yang biasa kita pegang dengan disinfektan,” sebutnya. (Medcom.id/H-2)

BERITA TERKAIT