14 March 2020, 00:40 WIB

Kemenhub Antisipasi Lonjakan Kendaraan Pribadi


Hld/Ant/E-3 | Ekonomi

Kementerian Perhubungan tetap menyelenggarakan mudik gratis Lebaran 2020 meskipun ada ancaman virus korona. Namun, Kemenhub juga telah menyiapkan skema antisipasi jika ada peringatan dari pemerintah yang memicu peningkatan kendaraan pribadi.

“Saya harapkan tetap normal, tidak ada tambahan sehingga mudik gratis tetap berjalan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Namun, Kemenhub telah menyiapkan skema antisipasi apabila ada peringatan dari pemerintah agar masyarakat menghindari perkumpulan sehingga masyarakat beralih ke angkutan pribadi.

Jika ini terjadi, skema untuk kondisi ini pun disiapkan. Namun, Budi meyakinkan pemerintah masih memiliki waktu untuk memperbaiki (recovery) kondisi ini.

“Kita siapkan skema katakan korona memang sudah masuk ke kita, tapi saya tetap berlakukan skema yang sekarang. Kalau memang skema ini meluas, saya kira masyarakat pasti banyak yang menggunakan kendaraan pribadi,” ujar-nya di Kantor Kementerian Perhubungan, kemarin.

Adapun bentuk antisipasi yang dilakukan di sektor transportasi darat ini ialah dengan melakukan rekayasa lalu lintas permanen. Selain itu juga mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan upaya pencegahan dan penanganan di simpul-simpul transportasi darat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Angkutan Darat dan Antarmoda Ahmad Yani mencontohkan antisipasi yang sudah dilakukan di sektor pelabuhan.

“Antisipasi korona untuk Lebaran, sekarang sudah ada. Kami ada thermal scanner, sesuai protokol. Nanti ada rujukan sesuai SOP. Paling penting di pelabuhan kami ada pembersihan massal di pelabuhan dan kapal-kapal kami. Kalu kita bersih, mestinya virus kuman akan lebih steril,” paparnya.

Untuk mudik tahun ini, Kemenhub menaikkan kuota mudik gratis sebesar 6% untuk bus dari 1.243 bus pada rea-lisasi 2019 menjadi 1.317 bus pada tahun ini. Untuk kuota peserta mudik gratis, yakni dari 54.045 peserta pada reali-sasi tahun lalu meningkat 9% menjadi 59.265 peserta pada tahun ini. (Hld/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT