13 March 2020, 23:47 WIB

Cegah Korona, Anies Minta Siapkan Prosedur Kerja Jarak Jauh


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PARA pengusaha diminta menyiapkan protokol atau prosedur kerja jarak jauh untuk karyawan seiring meningkatnya penularan Covid-19 di Jakarta.

"Hari ini, belum ada arahan kantor-kantor untuk stafnya bekerja dari jauh. Tapi dunia usaha harus mulai menyiapkan protokol kerja jarak jauh itu," kata Gubernur Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/3).

Anies menyebut belum ada arahan dari pemerintah pusat atas langkah tersebut. Selangkah lebih maju, ia sudah meminta perusahaan-perusahaan untuk segera membuat prosedur kerja jarak jauh.

Ia mencontohkan, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil kebijakan untuk tidak memotong tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi pegawainya jika ingin melakukan tes korona atau akan dikarantina di rumah sakit.

Baca juga : Tunjukkan Sebaran Kasus Positif Covid-19, Anies : Agar Diwaspadai

"Saya sampaikan kepada dunia usaha, (untuk) bantu menyelamatkan Jakarta dan Indonesia dengan cara tidak memotong gaji karyawan yang diduga mengidap Covid-19, supaya dia mau ikut karantina. Itu salah satu masalah yang kita hadapi," kata Anies.

"Karena itu saya mengimbau ke semua (pemilik perusahaan) untuk menyiapkan protokol kerja jarak jauh. Kita berharap tak menghadapi situasi ini," tambahnya.

Pesan paling utama bagi seluruh masyarakat Jakarta, kata Anies, lakukan social distancing major. Yakni menjaga jarak dari orang lain atau menghindari kegaiatan di keramaian.

"Harus ada jarak, mungkin sekitar 1 meter antar orang. Kemudian kalau ada pertemuan, hindari bersalaman, jabat tangan, apalagi berpeluk dan bergantengan tangan. Kurangi itu. Karena potensi penularannya tinggi lewat kontak tubuh. Lalu tempat-tempat yang punya risiko tinggi, hindari," tandas Anies. (OL-7)

BERITA TERKAIT