13 March 2020, 23:41 WIB

WNI Jemaah Tablig Akbar di Malaysia Diminta Tes Covid-19


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan mengimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti tablig akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia, pada 28 Februari-1 Maret lalu untuk melapor dan memeriksakan diri jika ada keluhan kesehatan.

Pasalnya, Kementerian Kesehatan Malaysia sudah merilis tiga jemaah tablig akbar tersebut positif terinfeksi virus korona (Covid-19). Kasus pertama ialah warga Brunei Darussalam dan kasus kedua serta ketiga merupakan warga dari Kuantan dan Tawau, Malaysia.

"Tindakan ini diambil untuk menjaga penularan virus korona kepada masyarakat Indonesia lainnya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, Jumat (13/3).

Tabligh yang dihadiri sekitar 10.000 jemaah tersebut berasal dari beberapa negara antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, Kamboja, Brunei Darussalam, Tiongkok, India, Bangladesh, Myanmar, Aljazira, Tunisia, Jordan, Afrika Selatan, Australia, Arab Saudi, Korea Selatan, Gambia, Kanada, Selandia Baru, Jerman, Mesir, Tanzania dan Jepang.

Berdasarkan surat edaran Nomor: 00938/WN/03/2020/07, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur meminta WNI yang turut hadir dalam ibadah di Masjid Sri Petaling itu untuk melakukan tes korona.

Baca juga : Ethiopia Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona

"WNI (dari tablig akbar) yang sudah berada di Indonesia dapat menghubungi 119 atau rumah sakit terdekat," imbuh Agus.

Adapun bagi WNI yang berada di Malaysia yang menghadiri tablig akbar tersebut dapat menghubungi hotline Crisis Preparedness and Reponse Centre (CPRC) otoritas Malaysia atau menghubungi KBRI Kuala Lumpur untuk pendataan dan pemantauan.

Di Malaysia, sudah lebih dari 150 kasus positif korona. Namun, sampai saat ini belum ada laporan WNI yang terjangkit Covid-19 di Malaysia.

"KBRI Malaysia meminta WNI untuk sementara tidak menyelenggarakan kegiatan dengan melibatkan massa dalam jumlah yang besar," tukas Agus. (OL-7)

BERITA TERKAIT