14 March 2020, 06:00 WIB

Panic Buying Harga Gula Naik


Hilda Julaika | Ekonomi

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan, mulai gula pasir hingga bawang bombai dipengaruhi kondisi panic buying.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Stra­tegis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga kemarin sudah mencapai Rp16.650 per kilogram (kg). Harga tersebut lebih tinggi ketimbang harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.

“Terjadi panic buying dengan masalah yang ada. Dari data kita, sebenarnya keter­sediaannya ada sampai Mei, sampai Lebaran, dan sementara saya perkuat,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo saat ditemui di Kementerian Pertanian Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, pemerintah menjamin ketersediaan pasokan pangan utama dan strategis bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

Pangan utama dan strategis­ yang dimaksud ialah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

Dalam rentang waktu enam bulan ke depan (Maret-Agustus 2020), termasuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1441 H, proyeksi ketersediaan 11 komoditas strategis tersebut dipastikan aman.

Sebagian besar pemenuhan pangan tersebut dipasok dari produksi dalam negeri. Hanya komoditas bawang putih, daging sapi atau kerbau, dan gula pasir yang pemenuhan­nya sebagian masih melalui impor.

Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian mencatat telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih sebanyak 196,5 ribu ton, yakni sebanyak 34,8 ribu ton sudah terbit izin impornya dari Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, untuk komoditas gula pasir, Kemen-terian Perdagangan telah menerbitkan surat persetujuan impor (SPI) untuk komoditas gula kristal mentah (GKM) sebanyak 438.802 ton sebagai bahan baku gula kristal putih (GKP) yang dikonsumsi masyarakat.

Stok cukup

Secara terpisah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan bahwa stok bahan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Agustus 2020.

“Untuk stok bahan pangan sampai Agustus akan cukup,” kata Mendag saat menghadiri konferensi pers mengenai Stimulus II Penanganan Dampak Covid-19 di Jakarta, kemarin.

Untuk gula, kata Mendag, masih ada stok sekitar 160.000 ton gula pasir di tingkat distributor. Adapun kenaikan harga yang tengah terjadi saat ini sedang ditangani Kemendag dengan mengirim satgas mengecek gudang-gudang untuk menghindari penimbunan.

Kemendag juga menyatakan akan segera melakukan operasi pasar demi menahan laju kenaikan harga gula.

Untuk komoditas bawang bombai yang saat ini harga­nya menyentuh Rp200.000-Rp250.000 per kilogram, Kemendag telah menerbitkan SPI sebanyak 2.000 ton dari Selandia Baru.

Lebih jauh, Mendag memaparkan stok beras saat ini mencapai 3,5 juta dan diperkirakan akan ada tambahan 2,2 juta. Untuk jagung, kata Mendag, stok saat ini sekitar 580 ribu ton dan produksinya diperkirakan mencapai 13 juta ton.

Kemudian, stok bawang putih, total surat persetujuan impor bawang putih yang telah diterbitkan Kemendag sebanyak 34.000 ton. Pasokan tersebut diketahui didatangkan dari Tiongkok sebagai pemasok bawang putih bagi Indonesia. (Des/Mir/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT