13 March 2020, 22:56 WIB

Pasien Covid-19 Kabur, Persi Sebut Penting Jaga Kondisi Psikologi


Atalya Puspa | Humaniora

SEORANG pasien positif virus korona (Covid-19) yang dirawat di RSUP Persahabatan sempat melarikan diri tanpa sepengetahuan tenaga medis. Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Koentjoro Adi Purjanto menduga, pasien melarikan diri dari ruangan isolasi karena terlampau panik.

Baca juga: https://m.mediaindonesia.com/galleries/detail_galleries/13563-rsup-persahabatan-rawat-pasien-dalam-pengawasan

Untuk itu, pihaknya menilai, diperlukan kemampuan RS untuk mengelola emosi pasien agar tetap tenang sehingga pasien tetap nyaman di masa isolasi tersebut. "Sebetulnya RS sudah ada prosedur keamanan. Tentu kalau pasien kabur, ini harus dicari dengan benar. Ini self correction juga. Jangan-jangan orang itu panik betul. Untuk itu, kita juga harus punya kemampuan untuk menenangkan," kata Koentjoro di Jakarta, Jumat (13/3).

Koentjoro memaklumi kelalaian tenaga medis tersebut sangat mungkin terjadi. Pasalnya, saat ini tenaga medis memang mengalami tekanan, mulai dari kelelahan, hingga ketakutan akan ancaman penularan.

Namun, dirinya meyakini, tenaga medis akan berupaya sebaik-baiknya dalam menangani pasien Covid-19. "Tapi saya tegaskan juga, sebetulnya isolasi tuh bukan kayak penjara. Di ruang isolasi, pasien dibuat senyaman mungkin karena dia diharapkan kondisi psikologisnya bisa sama dengan kondisi dia sehat. Itu yang penting," lanjutnya.

Seperti diketahui, seorang pasien berjenis kelamin perempuan dinyatakan kabur dari ruang isolasi RUSP Persahabatan pekan lalu. Diduga, penjagaan petugas keamanan lengah, sehingga pasien bisa keluar tanpa izin. Pasien yang merupakan warga Jakarta, diketahui sempat dijemput keluarganya. (OL-12)

BERITA TERKAIT