14 March 2020, 01:00 WIB

Waspada Korona, Semua Gereja Katolik di Roma Ditutup


BBC/France24/Aljazeera/Nur/Hym/I-1 | Internasional

VATIKAN pada Kamis (12/3) menutup semua gereja Katolik di seluruh Roma untuk menghentikan penyebaran pandemi virus korona yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di seluruh Italia.

Gereja-gereja akan dibuka kembali ketika larangan pemerintah Italia terhadap pertemuan publik berakhir pada 3 April.

Vatikan telah menghabiskan berhari-hari menentang tindakan drastis menutup tempat-tempat ibadah di negara itu.

Vatikan menutup museum dan bahkan Basilika Santo Paulus bagi wisatawan ketika jumlah korban tewas terus meningkat. Vatikan juga melarang misa di seluruh negeri serta membatalkan semua pernikahan dan pemakaman.“Ketentuan ini adalah untuk kebaikan bersama,” kata pernyataan dari Kardinal Angelo De Donatis, seperti dikutip dari Channel News Asia, kemarin.

Di Amerika Serikat, enam negara bagian AS memerintahkan sekolah-sekolah untuk ditutup. Itu dilakukan dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus korona.

Sekolah-sekolah di Ohio, Michigan, Ore­gon, Maryland, Kentucky, dan New Mexico diminta untuk ditutup mulai Senin. “Ini adalah langkah yang diperlukan untuk melindungi anak-anak kita, keluarga kita, dan kesehatan masyarakat kita secara keseluruhan,” kata Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dalam sebuah pernyataan, Kamis (12/3) malam.

Dikutip dari France24, kemarin, penutupan sekolah di Michigan berlangsung hingga 6 April.
Sementara itu, Gubernur Kentucky Andy Beshear merekomendasikan sekolah ditutup setidaknya dua minggu dan pihaknya membuat aturan untuk terus memberi makan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasil­an rendah.

Sementara itu, Ethiopia telah mengonfirmasi kasus pertama virus korona baru (covid-19). Takele Uma Banti, Wali Kota Addis Ababa, berkicau bahwa warga negara Jepang ialah orang yang terkena dampak. “Kita harus menghindari pertemuan dan melakukan kontak fisik,” ujar Wali Kota di Twitter.

Lebih dari 4.900 orang telah meninggal dan lebih dari 132.000 terinfeksi secara global, menurut WHO. Sekitar 68.000 korban telah pulih, menurut Universitas Johns Hopkins, yang melacak virus tersebut. (BBC/France24/Aljazeera/Nur/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT