13 March 2020, 22:35 WIB

WHO Minta Jokowi Umumkan Darurat Nasional Akibat Covid-19


Fetry Wuryasti | Humaniora

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) meminta Presiden Joko Widodo untuk mengumumkan situasi darurat nasional terkait penyebaran virus korona di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam suratnya kepada Presiden Joko Widodo pada 10 Maret lalu. Kini di Indonesia tercatat ada 69 kasus positif virus korona Covid-19.

Selain mendeklarasikan situasi darurat nasional sebagai sebagai tindakan mendesak, Tedros juga mmeinta Indonesia fokus pada deteksi kasus virus Covid-19 dan pengujian laboratorium.

"Sayangnya, kami melihat ada kasus yang terdeteksi dan tidak terdeteksi pada tahap awal, mengakibatkan peningkatan signifikan jumlah kasus dan kematian di beberapa negara," tulis Tedros.

Menurutnya, konfirmasi awal kasus adalah faktor penting untuk memahami penularan COVID-19 dan menahan penyebaran wabah pada beberapa kasus dan klaster pertama.

Baca juga : DPR Kritisi Komunikasi Publik Pemerintah Soal Covid-19

"WHO juga mendesak agar negara mengintensifkan penemuan kasus, pelacakan kontak, pemantauan, karantina kontak, dan isolasi kasus, serts memperluas pengawasan COVID-19 menggunakan sistem pengawasan penyakit pernapasan yang ada dan pengawasan berbasis rumah sakit," kata Tedros.

WHO juga meminta negara menguji kasus yang dicurigai per definisi kasus, kontak kasus yang dikonfirmasi, dan menguji pasien yang diidentifikasi melalui pengawasan penyakit pernapasan.

Di sisi lain, lanjut Tedros, Indonesia harus membangun kapasitas laboratorium yang memadai dan terdesentralisasi. Sehingga memungkinkan tim mengidentifikasi kelompok-kelompok penularan dan segera bisa bertindak.

Ini termasuk menguji tidak hanya kasus-kasus dengan hubungan langsung yang diketahui dengan kasus positif, tetapi semua pasien yang menderita penyakit seperti influenza dan penyakit pernapasan akut.

Pemerintah juga didesak mengintensifkan promosi langkah-langkah kesehatan masyarakat, termasuk kebersihan tangan, etiket pernapasan dan mempraktikkan jarak sosial.

Baca juga : Mulai Senin, RSPI Sulianti Saroso tak Lagi Terima Pasien Umum

"Saya akan sangat menghargai dukungan Anda untuk menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat tersebut. Karena mereka mewakili paket intervensi yang diperlukan untuk mengatasi situasi ini secepat mungkin," kata Tedros.

Pemerintah Indonesia juga diminta memberikan WHO informasi terperinci tentang pendekatan pengawasan dan pengujian, identifikasi kontak, dan pelacakan kontak untuk COVID-19 dan data atau ringkasan apa pun.

Sebab penting bagi WHO menerima data penting tersebut untuk memfasilitasi penilaian risiko yang lebih komprehensif secara global, dan untuk secara efektif berkolaborasi dan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan dan otoritas nasional terkait dari semua negara yang terkena dampak.

"Saya mengandalkan kepemimpinan pribadi dan kemauan politik Anda, yang tidak hanya mencerminkan kemitraan yang kuat dengan WHO, tetapi juga menunjukkan komitmen Republik Indonesia terhadap keamanan kesehatan global," pungkas Tedros. (OL-7)

BERITA TERKAIT