13 March 2020, 21:50 WIB

Anies Sebut Belum ada Opsi Lockdown Jakarta Meski Covid-19 Tinggi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

GUBERUR DKI Jakarta memastikan tidak akan melakukan penutupan total (lockdown) wilayah DKI Jakarta meski ditemukan pasien positif infeksi virus korona Covid-19 berasal dari Jakarta dengan sebaran 17 lokasi yang sebagian besar di wilayah Jakarta Selatan.

"Jakarta tidak melakukan lockdown, tetapi Jakarta meminta kepada seluruh warganya sebisa mungkin mengurangi kegiatan diluar rumah, kecuali urgent. Seperti Belanja kebutuhan pokok, medis, atau kebutuhan penting lainnya. Bila tidak penting atau produktif di rumah dulu. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penularan," kata Anies di balai kota, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, Wilayah selatan paling banyak karena pasien 01 melakukan interaksi di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

"Jakarta Selatan masuk wilayah itu. Karena awalnya disitu tertularnya. (Melakukan) rapat, makan malam, makan siangnya. Sehingga kawasan itu berpotensi ada penularan di situ," ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebut, penularan virus itu kini telah ada di seluruh wilayah Jakarta. "Beberapa hari yang lalu di wilayah selatan, hari ini sudah menyebar disemua tempat (di Jakarta)," katanya.

Baca juga : DKI Jakarta Ajukan Labotarium Pendamping untuk Tes Covid-19

Ia mengatakan pihaknya tidak memiliki waktu untuk bersantai dalam menanggulangi virus korona.

"Kami memiliki kewajiban untuk melindungi semua. Karena itu penting sekali bagi kita untuk bergerak cepat dan lebih cepat transparansi harus ada," tandas Anies.

Diketahui 17 lokasi persebaran pasien positif korona di Jakarta ialah di Kebayoran Lama ada dua orang, Kebayoran Baru ada satu orang, Pancoran ada satu orang, Mampang Prapatan ada dua orang, Cilandak ada satu orang.

Di Penjaringan ada satu pasien, Cengkareng ada dua pasie, Kelapa Gading ada dua pasien. Lalu di Tanjung Priok ada dua Pasien, Kebon Jeruk ada satu pasien. Lalu di Kramat Jati ada satu oran dan Kembangan ada satu orang.(OL-7)

BERITA TERKAIT