13 March 2020, 21:42 WIB

Bengkulu Catat Ada 41 Kasus DBD Serang Warga


Marliansyah | Nusantara

DATA Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bengkulu, Bengkulu, mencatat Januari hingga Maret 2020 sebanyak 41 orang warga yang dinyatakan positif terinfeksi DBD dan belum ada yang meninggal dunia.

Periode Januari tercatat ada 15 orang warga positif terinfeksi dan Februari 16 orang, sedangkan pada Maret 2020 baru tercatat 10 orang
warga yang positif terinfeksi DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bengkulu Nelli Hartati mengatakan, angka kematian tertinggi akibat gigitan nyamuk ini terjadi pada 2016 dengan 11 orang meninggal dunia.

"Sejak 2016 hingga pertengahan Maret 2020 penyakit demam berdarah dengue atau DBD sudah membunuh sekitar 20 orang warga Kota Bengkulu," katanya.

Tingginya angka warga yang meninggal dunia pada 2016, lanjut dia, membuat pemerintah pusat menjadikan Kota Bengkulu, sebagai kejadian luar biasa (KLB) kasus demam berdarah.

Pada 2016, selain banyak warga yang meninggal ada sekitar 850 orang warga yang dinyatakan positif terinfeksi virus yang disebabkan gigitan
nyamuk aedes aegypti. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT