13 March 2020, 21:28 WIB

Anies: Petugas Kesulitan Bujuk Pasien Pulang Ke RS


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal pasien positif korona yang kabur dari RS Persahabatan, Jakarta Timur. Ia mengaku pihaknya ternyata mendapat kesulitan meyakinkan pasien untuk dirawat di rumah sakit rujukan.

"Kami dari Pemprov DKI banyak sekali punya cerita-cerita tentang bagaimana sulitnya mengajak orang yang sudah masuk dalam daftar ODP (orang dalam pemantauan) untuk mau ke rumah sakit. Saya mengimbau kepada semua kalau diduga memiliki potensi Covid-19 jangan merasa ini aib," terang Anies di Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat (13/3).

Anies menceritakan warga yang sulit dibujuk ke rumah sakit karena khawatir bakal kehilangan pekerjaan. Ia menyebut penyebaran virus korona sangat cepat melalui kontak langsung. Oleh karenanya ia mengimbau agar masyarakat bersedia dibawa ke rumah sakit untuk mengurangi pencegahan penularan virus itu.

"Kami merasa sebagian dari mereka merasa kesulitan untuk mengikuti karantina karena takut kehilangan pekerjaan. Itu sebabnya kami di Jakarta mengambil kebijakan, tidak potong TKD (tunjangan kinerja daerah)," tutur Anies.

Anies juga telah meminta perusahaan-perusahaan untuk tidak memotong gaji karyawan bagi pegawai yang terjangkit virus korona. "Saya sampaikan pada dunia usaha bantu menyelematkan Jakarta dan Indonesia, dengan cara tidak memotong gaji karyawan yang diduga mengidap covid 19 supaya dia mau ikut karantina. Itu salah satu masalah yg kita hadapi. Jadi kita harap ini bisa kita selesaikan dengan sesegera mungkin," tandas Anies.

Diketahui, Rumah Umum Pusat (RSUP) Persahabatan memastikan pasien terjangkit virus korona (COVID-19) yang kabur dari ruang isolasi, sudah berhasil ditemukan. "Iya sudah ditemukan. Tapi untuk tepatnya sekarang dia di mana, saya tidak tahu," ujar juru bicara Tim Dokter Pasien COVID-19 RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, saat dihubungi, Jumat (13/3). (OL-12)
 

BERITA TERKAIT