13 March 2020, 21:23 WIB

Banyumas Tetap Waspadai DBD


Antara | Nusantara

BUPATI Banyumas Achmad Husein mengajak warga di wilayah setempat untuk mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk guna mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan untuk mencegah DBD karena jika tidak dilakukan akan mengakibatkan berkembangnya jentik nyamuk," kata Achmad Husein di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3).

Dia juga mengimbau warga untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. "Salah satu caranya adalah dengan memberantas jentik nyamuk dan menyisir tempat yang ada genangan air seperti ban bekas, botol air mineral bekas, tempat minum burung, selokan, pot-pot bunga dan wadah lainnya yang sekiranya perlu menjadi sasaran pemberantasan sarang nyamuk," katanya.

Bupati juga menambahkan pihaknya telah melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah Sawangan, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat.

Pada kegiatan pemberantasan sarang nyamuk tersebut, kata bupati, banyak ditemukan jentik nyamuk di dalam ban bekas dan tempat yang dapat menampung air seperti tempat minum burung dan pot-pot bunga. "Karena itu kegiatan pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin, minimal satu minggu sekali dan setiap warga perlu ikut berperan aktif menjaga kebersihan di rumahnya masing-masing," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto menambahkan bahwa jumlah kasus penderita DBD pada 2020 ini tercatat sebanyak 90 kasus dan dua orang meninggal dunia. (OL-12)
 

BERITA TERKAIT