13 March 2020, 20:26 WIB

Pasien Korona Kasus 50 Meninggal Dunia, 62 Orang Harus Karantina


Widjajadi | Nusantara

KASUS pasien virus korona dengan nomor kasus 50 yang meninggal di ruang isolasi RSUD dr Moewardi Solo, Jawa Tengah, memunculkan hasil tracing yang mengejutkan. Sedikitnya 62 orang yang pernah berhubungan dengan pasien meninggal saat ini menjalani karantina mandiri di sejumlah rumah sakit di Solo dan Sukoharjo.

Baca juga: Ini Empat Pasien Positif Korona di Indonesia yang Meninggal Dunia

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo Siti Wahyuningsih, Jumat (13/3), menjelaskan pihaknya sudah mengidentifikasi orang-orang, baik orang dekat atau keluarga dan karyawan yang pernah berhubungan dengan pasien, untuk dikarantina.

"Kita sudah mengadakan tracing kepada kontak dekat dan sosial kebetulan dari dua ini setelah pulang itu dia sakit," kata Siti.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai Rutin Semprot Disinfektan

Karena itu, Dinkes menyampaikan agar yang teridentifikasi dalam tracing melakukan karantina mandiri di rumah sakit terdekat, untuk diketahui perkembangan kesehatannya dalam kurun waktu 14 hari. "Jika dalam perkembangan proses karantina ada yang memburuk ya harus segera langsung ke rumah sakit."

Baca juga: Dampak Korona, Jahe Merah Langka Dijual Rp90 Ribu per kg

Siti merinci, dari 62 warga yang melakukan karantina itu adalah 16 orang di RS Dr Oen Kandangsapi, RS Dr Oen Solo Baru (15 orang), Klinik Mojosongo (6), Lemah Abang (12), Semanggi (7), Lalu 6 lainnya yang merupakan karyawan. "Karena ada di Solo dan Sukoharjo, kami koordinasi dengan Dinkes Sukoharjo.Kan penanganan ini harus terintegrasu," imbuh Siti. (X-15)

BERITA TERKAIT