13 March 2020, 20:02 WIB

Daragh Curley, Antara Realistis dan Harapan Liverpool Tergelincir


Rudy Polycarpus | Sepak Bola

BAK merapal penuh harap dicurahkan fans cilik Manchester United Daragh Curley dalam suratnya kepada pelatih Liverpool Jurgen Klopp.

Bocah dari daerah terpencil di Irlandia itu meminta Klopp berhenti memberikan kemenangan kepada Liverpool. 

Seakan merepresentasikan harapan ratusan juta pendukung MU di seluruh dunia, bocah berusia 10 tahun itu tidak ingin Liverpool mengakhiri puasa gelar Liga Primer Inggris sejak 1990 alias 3 dekade silam.

Entah kebetulan atau tidak, sejak suratnya yang ditulis Januari 2020 itu menjadi viral, The Kop menelan empat kekalahan dari enam pertandingan. Chelsea, Watford dan dua kali dari Atletico Madrid menjadi penakluk juara Liga Champions 2019 itu.

Dalam suratnya, bocah tersebut menulis,"Liverpool memenangi pertandingan terlalu banyak. Jika Anda (Klopp) memenangi 9 pertandingan lagi, Anda memiliki rekor tak terkalahkan di Inggris. Bagi penggemar MU, ini sangat menyakitkan."

Klopp membalas surat itu dengan secara elegan. Ia menilai MU pasti bangga memiliki fans seperti Daragh. 

Rivalitas antara MU dan Liverpool memang tidak seberdarah-darah Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic di Liga Skotlandia.

Namun, sudah menjadi konsumsi publik bahwa pemain MU akan berusaha sekuat upaya untuk mencegah Liverpool meraih gelar liga ke-19, bahkan kalau bisa nirgelar.

Mantan bek MU Gary Neville bahkan pernah meminta seluruh pendukung Setan Merah untuk berdoa agar Liverpool kalah dari Real Madrid di final Liga Champions 2018. Doa Neville manjur karena Liverpool takluk dari Madrid dengan skor 3-1 di Stadion
NSK Olimpiyskiy, Ukraina.

Kendati demikian, Neville mengakui bahwa sulit membendung Liverpool di musim ini karena The Reds merupakan tim terbaik dunia. "Saya mengatakan ini dengan rasa sakit yang nyata, mereka tim terbaik di dunia," ujar Neville dikutip dari Goal.com pada awal tahun ini.

Harapan Daragh terkabul di Liga Champions, tapi tampaknya susah terwujud di Liga Inggris. Pasalnya, sulit mengharapkan 'keajaiban' seperti musim 2013/2014 saat Stevan Gerrad terpeleset ketika menjamu Chelsea di Anfield. Petaka Gerrad membuat Chelsea berhasil menang. Padahal, Liverpool hanya butuh hasil seri untuk mengunci gelar juara. 

Kini, meski Sadio Mane dan Mohammed Salah harus terpeleset masing-masing sebanyak tiga kali, sulit bagi tim manapun buat mengejar Liverpool yang kini unggul 25 poin dari Manchester City di posisi kedua. (OL-8).

BERITA TERKAIT