13 March 2020, 19:00 WIB

Survei: Elektabilitas Prabowo Tertinggi Kalahkan AHY dan Anies


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ELEKTABILITAS Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melesat menduduki urutan teratas dalam kancah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia mengalahkan elektabilitas nama lain seperti mantan pasangannya di Pilpres 2019 Sandiaga Salahudin Uno, Gubernur Jawa Tengah Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto di Jakarta, Jumat (12/3), menuturkan Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi untuk simulasi 21 nama dan 7 nama.

Dalam simulasi dengan tujuh nama, Prabowo menempati peringkat 1 dengan 23,8%, Sandiaga Uno (18,8%), Ganjar Pranowo (13,2%), Anies Baswedan (13%), Ridwan Kamil (8,2%), Khofifah Indar Parawansa (5,8%). Adapun tidak menjawab (3,2%), belum memutuskan (8,8%), dan tidak memilih 2,2%.

Dafid menjelaskan, Prabowo menjadi capres terkuat sementara dalam semua simulasi, baik yang melibatkan nama Jokowi maupun yang tidak.

"Elektabilitas Prabowo yang memiliki portofolio pemerintahan naik hampir 8 poin dibandingkan Juli 2019. Dalam survei Juli 2019, Prabowo ada di peringkat 3 dengan 16% di bawah Sandiaga dan Anies," papar dia.

Baca juga: Prabowo: Saya dari Dulu Dekat dengan Ibu Mega

Dafid menjelaskan, elektabilitas Sandiaga justru menurun dari 22% ke 18,8%. "Adapun Anies meski memiliki portofolio pemerintahan turun drastis dari 19% menjadi 13%."

Pemilih Jokowi, sambung dia, mulai mengarahkan pilihan ke Ganjar Pranowo yang naik 4,5 poin dan mengungguli Anies Baswedan. Adapun elektabilitas Ridwan Kamil bertahan di kisaran 8%.

Adapun putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, hanya masuk dalam simulasi 21 nama. AHY hanya bisa meraih peringkat ke 8 dengan 4,6%.

Baca juga: DPD Gerindra NTB Dukung Prabowo Subianto Kembali Jadi Ketum

Anggota DPR asal Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, penilaian masyarakat terhadap Prabowo tidak akan membuat Gerindra jemawa.

Menurut dia, apresiasi masyarakat yang tertuang dalam survei itu lebih mengarah pada sikap politik yang mendukung komptetitor di Pemilu 2019 dan berkinerja baik sebagai Menteri Pertahanan.

"Kami dari Gerindra tidak ingin prematur berspekulasi apa yang akan terjadi di 2024. Survei ini hanya mengungkapkan ketepatan putusan politik yakni bersedia menjadi Menteri Pertahanan dan atas kinerjanya selama ini," pungkasnya. (X-15)
 

BERITA TERKAIT