13 March 2020, 15:32 WIB

Presiden: Informasi Covid-19 Tidak Dibuka Semua Agar Tidak Panik


Andhika prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo mengakui bahwa ada beberapa informasi terkait covid-19 seperti data pasien dan lokasi potensi sebaran virus yang memang tidak diungkap pemerintah.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.

"Sebetulnya ingin kita sampaikan. Tetapi kita berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakan dan bagaimana efeknya terhadap pasien yang sembuh nanti. Penanganan pandemi covid-19 terus menjadi perhatian kita tetapi memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan," ujar Jokowi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (13/3).

Jika ada negara lain yang mau mengungkap semua data-data terkait sebaran covid-19, ia mengatakan itu sepenuhnya adalah kebijakan pemerintah setempat.

"Setiap negara memiliki policy yang berbeda-beda. Tapi, setiap ada klatser baru, tim kita pasti selalu kabari," tuturnya.

Baca juga: Presiden: Kepala BNPB Pimpin Tim Reaksi Cepat Penanganan Covid-19

Ia memberi contoh terkait pasien 1 dan 2 di Indonesia. Setelah dipastikan positif, pemerintah langsung mengantongi 80 nama yang berpeluang melakukan kontak dekat dengan mereka.

Beberapa informasi sudah disampaikan kepada publik namun ada juga yang disimpan rapat-rapat oleh pemerintah.

"Yang terpenting adalah tindakan pencegahan dan mitigasi harus kita lakukan secara bersamaan. Pemerintah telah dan akan terus melakukan pelacakan kontak," jelas Presiden.(OL-4)

BERITA TERKAIT