13 March 2020, 15:32 WIB

Korona Meluas, Pemerintah Belum Batasi Kegiatan Selama Ramadan


Andhika Prasetyo | Humaniora

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan penyebaran virus korona (COVID-19) sebagai pandemi global. Kendati demikian, pemerintah Indonesia belum berencana membatasi kegiatan ibadah selama Ramadan.

Menteri Agama, Fachrul Rozi, mengatakan kegiatan seperti salat tarawih berjemaah dan buaka bersama, tetap bisa diadakan. Dengan catatan, situasi di Indonesia masih terkendali seperti saat ini.

"Kecuali ada perubahan situasi yang membuat kondisi menjadi sangat jelek. Kalau itu terjadi, kita akan ambil langkah lain yang lebih baik dalam menghadapi ini," ujar Fachrul di Masjid Istiqlal, Jum'at (13/3).

Baca juga: BIN: Masa Puncak Penyebaran Korona Diprediksi Saat Ramadan

"Tapi kami garis bawahi, untuk sementara waktu ini, sampai ada perubahan dan mudah-mudahan tidak ada perubahan, salat tarawih dan salat berjemaah lain, berikut buka puasa bersama, tetap kita selenggarakan sebagaimana mestinya," imbuh Fachrul.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan segala hal untuk kegiatan selama Ramadan.

"Biasanya, saat buka puasa sampai tarawih dihadiri sampai empat ribu jemaah. Bahkan, saat itikaf jumlahnya bisa lebih besar. Karena itu, kami antisipasi. Insya Allah, tahun ini, Istiqlal dan masjid yang lain bisa aman," pungkas Nasaruddin.

Dalam sebuah diskusi, Badan Intelijen Negara (BIN) memperkirakan masa puncak penyebaran virus korona jatuh pada bulan Ramadan.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT