13 March 2020, 13:15 WIB

Anggota DPRD Bali Dicek Suhu Tubuh Sebelum Sidang Paripurna


Arnoldus Dhae | Nusantara

Ada pemandangan menarik di Rapat Paripurna DPRD Bali, Jumat (13/4). Seluruh peserta Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali , mulai dari anggota dewan, eksekutif, undangan lainnya dari sejumlah instansi, pegawai kesekretariatan DPRD Bali dan awak media diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermal gun di pintu masuk ruang sidang Paripurna.

Mereka juga diwajibkan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Petugas dari Dinas Kesehatan dan beberapa rumah sakit melakukan pengecekan suhu tubuh.

Protokol kesehatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona. Koordinator Humas Sekretariat DPRD Provinsi Bali Ari Sudarta menjelaskan pemeriksaan suhu tubuh baru pertama kali dilakukan di Gedung Dewan.

"Ini kita lakukan untuk mencegah wabah virus corona. Apalagi peserta rapat paripurna bukan hanya anggota Dewan, tapi undangan lain juga ikut," kata Ari.

Baca juga: Bali Segera Bangkit dari Dampak Korona

Ia menjelaskan ada dua thermal gun yang digunakan. Satu disiapkan oleh Sekretariat DPRD Bali dan satunya disiapkan Dinas Kesehatan
Provinsi Bali. "Tadi yang periksa suhu tubuh ada yang dari Dinas Kesehatan. Nanti kalau rapat paripurna berikutnya, kami akan koordinasi lagi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan tes suhu tubuh," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, tak ada satu pun yang menunjukkan gejala terpapar virus korona. Suhu tubuh peserta rapat paripurna normal. "Gejala terinfeksi virus korona kalau suhunya 37,5 (derajat Celcius) ke atas. Tadi, semuanya di bawah itu," ujarnya.

Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama mendukung adanya pemeriksaan suhu tubuh dan penggunaan pembersih tangan. "Kita perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti tadi kami menggunakan pembersih tangan dan tes suhu tubuh. Saya harap masyarakat juga menerapkan pola hidup sehat dalam menghadapi wabah virus korona," ujar Adi usai Rapat Paripurna. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT