13 March 2020, 13:07 WIB

Pulang Dari Jepang, 6 Pelajar Sikka Diisolasi


Alexander P Taum | Nusantara

DINAS Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terus melakukan pemantauan terhadap enam pelajar dari SMAK Katolik Frateran Maumere, peserta program pertukaran pelajar Asia Kakehashi Project ke Jepang yang tiba di Maumere Rabu, (11/3) sore. Mereka akan dipantau selama 14 hari.

Pemantauan tersebut merupakan Standar Operasional Kesehatan yang wajib dilakukan pemerintah setempat meski keenam pelajar itu telah dnayatakan negatif Covid-19. Sebelum kembali ke tanah air, enam pelajar asal Sikka itu telah melawati proses skrining di Jepang dan dinyatakan negatif Covid-19.

baca juga: Polres Temanggung Gelar Gerakan Cuci Tangan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan selama 14 hari para pelajar ini akan dikontrol oleh tim medis.

"Tim medis ke rumah mereka dengan caranya masing-masing. Intinya mereka dalam pengawasan kita. Mereka saat ini di rumah orang tua masing-masing tetapi tetap dipantau selama 14 hari ke depan. Mereka tidak boleh berinteraksi dulu dengan masyarakat luas. Mereka hanya boleh di sekitar rumah saja," kata Petrus Herlmus, Jumat (13/3). (OL-3)

 

BERITA TERKAIT