13 March 2020, 12:21 WIB

Pasien Meninggal di Ruang Isolasi Korona Belum Jelas Sebabnya


Widjajadi | Nusantara

DINAS Kesehatan Jawa Tengah belum bisa memberikan kejelasan terkait meninggalnya seorang pasien dalam pengawan (PDP) di RSUD dr Moewardi Solo, apakah positif karena terinfeksi virus korona atau negatif.

"Sebenarnya kalau menurut prosedur tetap (protap), hanya perlu waktu 12 jam, hasil pemeriksaan laborat sudah bisa diketahui. Namun kan ini melalui pihak ketiga, setelah kita terima, kemudian diteruskan ke Kementerian Kesehatan. Semua satu pintu, nanti yang menjelaskan pemerintah pusat," tegas Sutarman yang ditugaskan sebagai Hotline Pengawasan Corona Dinkes Jawa Tengah kepada Media Indonesia, Jumat (12/3).

Sehari sebelumnya, Kadinkes Jawa Tengah Yulianto Prabowo menjelaskan, satu dari dua pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect Covid-19 pada Rabu (11/3) meninggal. Sejauh ini belum diketahui, apakah pasien yang masuk pada Minggu (8/3) di RSUD dr Moewardi itu, meninggal karena positif korona atau sebab lain.

Sutarman mengatakan, jumlah warga yang mengalami gejala mirip korona  di Jawa Tengah terus bertambah.

"Hari ini saya menerima pelaporan, ada tambahan dari daerah. Tetapi ini saya masih di jalan, belum mengecek dari daerah mana dan rumah sakit mana," imbuh dia.

baca juga: Cegah Virus Korona, Bandara El Tari Disemprot Disinfektan

Pada bagian lain, Humas RSUD Dr Moewardi, Eko Haryati kepada Media Indonesia mengatakan saat ini pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan langsung terkait pasien yang diobservasi di ruang isolasi, karena kekhawatiran mengarah korona.

"Kami kini tidak bisa memberikan penjelasan tentang pasien yang kami observasi di ruang isolasi korona. Semua satu pintu, lewat Dinkes Jawa Tengah. Tetapi kalau mau tanya soal road show melawan korona, kami berani menjelaskan," imbuh Eko di sela-sela sosialisasi tentang korona di pusat perbelanjaan Sami Luwes, Ngapeman, Jumat (13/3). (OL-3)

 

BERITA TERKAIT