13 March 2020, 08:53 WIB

Hindari Tindakan Diskriminatif


Ant/E-3 | Ekonomi

Reaksi cepat pemerintah Indonesia yang menyatakan tidak akan mendiskriminasi warga negara asing di Indonesia sehu-bungan dengan kasus virus korona (covid-19) mendapat tanggapan positif. Salah satu-nya dari Wakil Ketua DPR-RI Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel.

"Saya yakin pernyataan itu merupakan komitmen pemerintah Indonesia, tidak saja kepada warga Jepang, tetapi juga kepada warga negara asing lainnya yang berada di Indonesia. Saya berharap itu benar-benar dilaksanakan," kata Rachmat dalam keterangannya di Jakar-ta, kemarin.

Rachmat juga menanggapi positif sikap Duta Besar Jepang Masafumi Ishii yang meminta warga negara Jepang di Indonesia tidak didiskriminasi sehubungan dengan merebaknya wabah akibat covid-19.

"Kita memahami kekhawa-tiran pemerintah Jepang, karena jika ada tindakan diskriminatif, bukan saja membuat warga Jepang yang ada di Indonesia tidak nyaman, melainkan juga menjadi terganggu psikologisnya," ujarnya.

Menurut Rachmat, semua pihak khususnya publik seba-iknya bisa menyikapi secara bijak dan arif persoalan wabah korona yang kini mulai merebak di Indonesia.

Menurut dia, persoalan itu bukan hanya masalah domestik Indonesia, melainkan juga sudah menjadi masalah global yang dampaknya tidak saja pada sektor ekonomi, tetapi juga sosial, psikologis, dan politik.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan bahwa tidak ada tindakan diskriminatif karena Jepang ialah negara sahabat Indonesia dalam memerangi korona. Diskriminasi sesuatu yang tidak dibenarkan karena Indonesia tidak boleh terjebak pada stigmatisasi.

Menurut Rachmat, Jepang selama ini merupakan negara sahabat dan mitra kerja sama terbesar bagi Indonesia, tidak hanya sebatas pada bidang in-dustri, perdagangan, dan jasa semata, tetapi juga dalam pengembangan dan alih teknologi, serta dukungan peningkatan sumber daya manusia.

"Kita harus arif dan bijak menanggapi respons Pemerintah Jepang. Kekhawatiran mereka sangat bisa dipahami demi kenyamanan warganya beraktivitas secara baik," katanya. (Ant/E-3)

BERITA TERKAIT