13 March 2020, 08:37 WIB

Tingkatkan Koordinasi Kementerian


(Wan/Pra/E-1) | Ekonomi

KAMAR Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan koordinasi dalam hal birokrasi perizinan dalam rangka menjaga ketersediaan pangan di dalam negeri.

"Tiga kementerian itu harus meningkatkan koordinasi. Kalau salah satu lambat, pasti eksekusinya juga akan lambat sehingga dapat menyebabkan salah satu kebutuhan di masyarakat agak terlambat," ujar Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani seusai melakukan kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan birokasi perizinan impor, terutama untuk pangan, jangan sampai dipersulit agar tidak mengganggu keseimbangan harga dan ketersediaan di dalam negeri.

Menurut dia, bahan pangan cukup sensitif terhadap berbagai isu. Maka itu, pemerintah harus serius dalam penanganan administrasi dan perizinan.

"Soal administrasi sebetulnya tidak perlu mengganggu harga pangan, ini bisa diselesaikan dengan baik dengan koordinasi antarkementerian itu," ucapnya.

Dalam mengambil keputusan impor pangan, lanjut dia, pemerintah juga diharapkan menyesuaikan waktu panen di dalam negeri agar tidak berdampak pada pendapatan petani.

Terkait dengan persoalan impor ba-wang putih, Kementerian Perdagangan akan mengusulkan relaksasi dalam pro-ses perizinan impor.

Upaya relaksasi dinilai bisa menjadi solusi dari persoalan itu. Pasalnya, proses impor nantinya akan semakin mudah dan sederhana sehingga stok akan kembali besar dan mampu menekan harga.

"Akan ada kebijakan relaksasi impor untuk bawang putih apabila sampai minggu ini harganya belum juga turun," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Kebijakan relaksasi, ucap dia, bisa berupa penghapusan pengaturan wajib tanam 5% yang selama ini diterapkan kepada para importir.

"Nanti kita akan bahas dulu dengan kementerian lain. Itu kan teknis, jadi nanti kita bahas dengan Kementerian Pertanian. Intinya ini akan ada penyederha-naan agar proses impor lebih simpel," tandasnya.

BERITA TERKAIT