13 March 2020, 07:50 WIB

Pemerintah Fokus Cegah DB Jadi KLB


TS/Ata/PO/DG/LD/SL/UL/DW/RF/N-2 | Nusantara

MESKI terus terjadi setiap tahun, angka kejadian demam berdarah (DB) cenderung meningkat di semua daerah. Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, misalnya, tahun ini mengalami jumlah pasien terbanyak selama empat tahun terakhir.

"Tahun ini, tiga bulan berjalan saja sudah ada 470 kasus DB, sedangkan tahun-tahun sebelumnya kurang dari 200 kasus. Angka itu lebih tinggi tinggi dari kasus selama satu tahun pada 2017 yang mencapai 326 kasus, 318 kasus pada 2018, dan tahun lalu 643 kasus," ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan penyakit, Khabib Mualim, kemarin.

DB menyebar di 115 desa pada 19 kecamatan di Temanggung. Sebagian besar warga terpapar berada di pinggir jalan besar.

"Yang bisa kami lakukan ialah lebih gencar melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk lewat pengasapan," tandas Khabib.

Satu-satunya cara membasmi jentik nyamuk itu memang terbukti tidak mampu menghentikan keganasan nyamuk Aedes. Sampai kemarin, Kementerian Kesehatan mencatat di seluruh Indonesia ada 19.391 kasus DB, dengan jumlah warga meninggal dunia 132 orang. Dalam satu hari ada peningkatan 1.571 kasus.

"DB akan selalu datang di negara tropis. Singapura saja, yang infrastrukturnya sudah hebat, masih ada kasus DB," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi.

Yang bisa dilakukan saat ini, ujarnya, harus terus menjaga agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) besar-besaran. "Kita pasti akan menghadapi DB," tandasnya.

Sampai kemarin, kasus DB terbanyak terjadi di Lampung, diiikuti Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, dan Jambi.

Namun, jumlah kematian terbanyak ada di NTT yakni sebanyak 38 warga. Di wilayah itu, lonjakan kasus DB terjadi di 10 kabupaten. Kasus kematian tersebar di 22 kabupaten.

"Pasien DB ke-38 yang meninggal dunia tiba di rumah sakit dalam kondisi demam dan meng-alami syok," ujar Kepala Dinas Kesehaan Alor Maya Blegur.

Mewabahnya DB pun menimbulkan kecemasan dan meresahkan warga. Di Kompleks Cimindi Raya, Kota Cimahi, Jawa Barat, berulang kali warga harus meminta pengasapan setelah gigitan nyamuk membuat beberapa anak harus dilarikan ke rumah sakit. (TS/Ata/PO/DG/LD/SL/UL/DW/RF/N-2)

BERITA TERKAIT