13 March 2020, 07:10 WIB

IHSG Anjlok 5,01% Perdagangan Dihentikan


Des/X-10 | Ekonomi

PERDAGANGAN indeks harga saham gabungan (IHSG) terpaksa dihentikan sebelum waktunya setelah anjlok sebesar 5,01% ke level 4.895,75, kemarin.

Penurunan IHSG itu terjadi pukul 15.33 WIB. Sesuai dengan surat perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bernomor S-274/PM.21/2020, perdagangan saham dihentikan (trading halt) 30 menit.

"(Ketika) Turun 5%, sebenarnya halt-nya setengah jam. Tadi halt di 15.33, jadi secara technically langsung penutupan. Besok (hari ini) kembali dibuka," ujar Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi.

Menurut analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, melemahnya IHSG lebih dipengaruhi faktor penyebaran virus korona baru (covid-19) secara masif dan telah dideklarasikan WHO sebagai pandemi internasional.

"Namun, sejauh ini Indonesia masih dalam peringkat investment grade level oleh para lembaga pemeringkat internasional sehingga fundamen makroekonomi Indonesia masih cenderung stabil," ungkap Nafan ketika dihubungi, kemarin.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, mengatakan penurunan IHSG tersebut dipengaruhi bursa global yang mayoritas juga turun akibat wabah covid-19.

"Indeks berjangka di AS melanjutkan pelemahan pagi ini (kemarin). Lalu investor juga tengah melakukan aksi tunggu pada realisasi emiten dalam melakukan buyback saham di saat minimnya katalis positif dan terakhir aksi panic selling investor melihat aksi investor asing di ekuitas maupun di SBN dari emerging market," paparnya.

Menurut Lanjar, sistem halt itu digunakan untuk menanggulangi penurunan yang signifikan akibat aksi panic selling investor melihat beberapa indikator indeks future yang turun tajam.

Senada dengan apa yang disampaikan Nafan, Lanjar juga menganggap bahwa secara fundamental memang ekonomi Indonesia masih berada di tingkat aman.

Meski demikian, imbuhnya, pertumbuhan perekonomian yang flat akan sangat berbahaya jika pandemi covid-19 terus menghantui Indonesia.

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 148 poin atau 1,03% menjadi 14.522 per dolar AS dari sebelumnya 14.374 per dolar AS, kemarin.(Des/X-10)

BERITA TERKAIT