13 March 2020, 07:00 WIB

Penanganan Digencarkan


Andhika Prasetyo | Humaniora

SETELAH WHO mengumumkan status wabah virus korona baru (covid-19) menjadi pandemi, pemerintah akan mulai melibatkan perguruan tinggi, ahli, serta pusat-pusat penelitian dan pengembangan kesehatan untuk ikut menangani persoalan global tersebut.

"Kita tidak lagi bertumpu pada Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan. Kita libatkan semua kekuatan, teman-teman perguruan tinggi," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

"Indonesia juga terus berupaya menemukan obat yang mampu menyembuhkan korona. Kemarin saya bicara dengan Rektor Universitas Airlangga. Mereka punya reagen dan bisa mendeteksi," lanjut Moeldoko.

Presiden Joko Widodo kembali mengimbau masyarakat untuk benar-benar menjalankan Protokol WHO untuk menjaga diri dari infeksi korona. "Aktivitas yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun menjadi sangat penting. Kita bergotong royong menjadi pahlawan kemanusiaan bagi sesama."

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, menambahkan Indonesia kini juga tengah mengevaluasi program yang semula dijalankan untuk menarik banyak kunjungan wisatawan asing.

"Dunia sekarang memutuskan tidak memberi kemudahan pergerakan dari satu negara ke negara lain untuk mengurangi penyebaran. Kita pastikan kesiapannya. Ada 10 ribu lebih kit laboratorium pemeriksaan dan masih tambah lagi. BUMN juga menyediakan masker. Kita pastikan ada 15 juta masker," ujar Yuri, sapaan karib Achmad Yurianto.

Sebelumnya, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah kasus korona di luar Tiongkok meningkat 13 kali lipat dalam dua pekan terakhir. Penyebaran dan tingkat keparahan korona telah menginfeksi lebih dari 110.000 orang dan 4.000-an di antaranya meninggal (lihat grafik).

"WHO mengubah saran tentang apa yang harus dilakukan negara. Pemerintah harus menangkal wabah dengan tindakan mendesak dan agresif. Beberapa negara telah menunjukkan virus ini dapat ditekan dan dikendalikan," tutur Tedros.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di RS Persahabatan Jakarta, kemarin, mengemukakan seorang lagi pasien positif korona yang sembuh. "Pasien yang diidentifikasi sebagai kasus 19 itu sudah dicek kondisinya dari sisi laboratorium maupun klinis."

Achmad Yurianto menambahkan pasien kasus 19 tersebut ialah laki-laki 49 tahun yang baru pulang dari luar negeri (imported case).

Berbagi tugas

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengkonfirmasi 20 warganya yang sempat masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) korona akhirnya dinyatakan negatif.

"Sempat ada 20 masuk kategori ODP, tetapi dinyatakan negatif. Kemudian satu orang yang dinyatakan dalam pengawasan lalu dikirim ke Jakarta juga negatif. Warga Kota Bogor, mari terus menjaga kesehatan," jelas Bima melalui tayangan video berdurasi 1,16 menit.

Dirut RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, menyatakan hingga kemarin pasien ODP yang berkunjung ke RSPI mencapai 702 orang. Kemudian pasien yang diisolasi mencapai 10 orang.

Dalam upaya meningkatkan penanganan wabah covid-19, Pemprov Bali membentuk Satgas Penanggulangan Korona. Wagub Bali Tjokorda Oka menjelaskan satgas dibentuk karena masalahnya sudah semakin serius di Bali.

"Setelah WHO mengumumkan pandemi, kita bekerja keras mengatasi virus korona. Jangan sampai meluas tanpa kendali. Kita berbagi tugas mengatasinya," tandasnya, kemarin. (Hym/Tri/Ind/Dro/Ykb/DD/RF/OL/PO/X-3)

BERITA TERKAIT