13 March 2020, 00:00 WIB

Sultan Zainal Abidin Syah Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PERJUANGAN para tokoh bangsa dalam membela dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mesti diapresiasi diantaranya dengan menganugerahi gelar pahlawan.

Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Negeri Jakarta Komarudin dalam seminar nasional bertajuk 'Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI' di kampus UNJ, Jakarta, Kamis (12/3)

“Bung Karno bilang jas merah atau jangan sekali kali melupakan sejarah. Lalu orang bijak mengatakan bangsa besar yang menghormati para pahlawannya. Melalui forum terhormat ini kita mengenali tokoh pahlawan yang telah berjuang untuk NKRI dalam sejarahnya mengintegrasikan bangsa Indonesia diantaranya Sultan Zainal.Abidin Syah dari Tidore,” kata Komarudin.

Seminar itu turut dihadiri Walikota Tidore, Maluku Utara, Sultan Aji Ibrahim, Sultan Tidore Husein Alting Sjah, dan Kasubdit Seni Budaya Direktorat Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kementerian Dalam Negeri Elly Yuniarti

Komarudin menegaskan Sultan Tidore Zainal Abidin Syah yang menjadi gubernur pertama Provinsi Perjuangan Irian Barat pada 1956 mempunyai peran penting dalam kemerdekaan RI dan mengeratkan NKRI/

"Kami telah mempelajari dan mendiskusikan perjuangan Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore. Ketika beliau bertemu dengan Presiden Soekarno, ditanya akan ke manakah kesultanan Tidore, Sultan menjawab masuk NKRI,” ujarnnya.

Baca juga : UNJ-Pemda Tidore Usul Sultan Zainal Abidin Jadi Pahlawan Nasional

Jawaban itu, lanjut Komarudin, mencerminkan nasionalisme dan patriotisme.

Ia pun melihat aspirasi yang besar untuk bersama sama memperjuangkan Sultan Zainal Abidin Syah dapat menjadi pahlawan nasional.

“Kami tidak ragu pada aspirasi masyarakat Tidore mengingat beliau juga memiliki jasa amat besar dalam menjaga NKRI," tegasnya..

Dosen UNJ Abdul Haris  yang meneliti rekam jejak sejarah Sultan Zainal Abidin Syah menambahkan, sang sultan mengedepankan cara-cara diplomasi dalam perjuangan meraih kemerdekaan dan tidak menggunakan tindakan militer.

Kendati meraih pendidikan modern di Belanda, namun nasionalisme Sultan Zainal sangat tinggi.

“Beliau orang yang cinta NKRI serta keturunan monarki yang bersikap seperti rakyat biasa ,hal ini pantas jadi contoh dan teladan bagi generasi era milenial kita," ujarnya.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan Bung Karno memilih Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Gubernur Irian Barat karena memiliki kapasitas dari pendidikannya serta sosoknya sebagai Sultan yang mencintai NKRI serta keberagaman negeri ini.

“Beliau sosok yang moderat dan toleran bahkan para penginjil yang masuk ke Irian Barat waktu itu minta izin kepada beliau dan beliau yang izinkan. Maka dengan segala kiprahnya beliau pantas mendapat gelar pahlawan nasional,” kata Nono.

Walikota Tidore Sultan Aji Ibrahim mengatakan, Sultan Zainal Abidin Syah sosok pejuang yang semangat bagi NKRI berdiri tegak dan kokoh bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia.

Selaku gubernur Irian Barat yang ditunjuk oleh presiden Soekarno kala itu, Zainal Abidin berhasil mempertahankan keutuhan NKRI dengan keteguhan hati menyatakan Irian Barat yang sekarang bernama Papua dan Papua Barat tetap bersama NKRI walaupun ditawari iming-iming bahkan ancaman amelalui pertemuan yang digagas para colonial..

“Berkat kegigihan Sultan Zainal Abidin Syah NKRI tetap satu kesatuan maka tak salah jika perjuangannya patut dihargai oleh negara dengan memberikan gelar pahlawan nasional sebagai tanda pengakuan NKRI atas perjuangan beliau,” kata Aji |Ibrahim. (OL-7)

BERITA TERKAIT