12 March 2020, 23:44 WIB

Yurianto : Repot Kalau Korona tak Tertangani Sampai Idul Fitri


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PEMERINTAH menegaskan terus bergerak cepat mengantisipasi penyebaran virus korona (Covid-19). Terlebih, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran yang dirayakan sebagian besar masyarakat tinggal sekitar dua bulan lagi.

"Ini yang menjadi kekhawatiran kita kenapa kita harus gerak cepat. Sebentar lagi kan mau Idul Fitri, masa iya sungkem dengan orang tua cuma gini-gini doang. Masa iya salaman sama orang tua pakai kaki. Ya enggak kan," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan korona Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).

Pria yang akrab disapa Yuri itu mengatakan pencegahan virus korona terus dilakukan melalui pelacakan kontak (contact tracing) pasien yang positif korona untuk diperiksa ataupun diisolasi.

Baca juga : Dua Pasien Diduga Meninggal karena Korona

Menurut Yuri, sulit membayangkan kegiatan keramaian seperti ibadah keagamaan Idul Fitri dilakukan jika penyebaran korona ke depan tidak bisa dikendalikan.

"Kalau nggak bisa salat Id kan repot. Masa salat Id dilakukan oleh keluarga. Kan repot ini," imbuhnya.

Yuri melanjutkan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengumumkan virus korona sebagai pandemi harus disikapi dengan bijak. Masyarakat di seluruh dunia harus memahami secara mendasar bahwa status pandemi mengisyaratkan Covid-19 bisa menyerang siapa saja, di negara mana saja.

"Jadi intinya tidak boleh ada negara yang tidak mengantisipasi penyakit ini. Semua harus merespons dengan baik," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT