13 March 2020, 05:15 WIB

Ambisi Jegal Mercedes


RAHMATUL FAJRI | Fokus

SERI pembuka Formula 1 (F1) 2020 akan dimulai di Melbourne, Australia, pada akhir pekan ini. Ferrari sejak awal mengusung misi untuk menjegal dominasi Mercedes. Musim ini Ferrari tetap mengandalkan dua pembalap utamanya, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc. Keduanya diharapkan mampu bersaing di perebutan gelar juara dunia.

Tahun lalu, Leclerc finis di posisi empat dengan 264 poin dan mengungguli seniornya, Vettel, yang harus puas bertengger persis di bawahnya dengan torehan 240 poin. Sementara itu, peringkat pertama dan kedua menjadi milik duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Menatap musim baru, Leclerc menyebut Hamilton mempunyai kemampuan balap yang luar biasa. Akan tetapi, Hamilton ialah manusia biasa yang bisa dikalahkan. "Lewis (Hamilton) adalah pembalap yang hebat. Saya pikir dia bisa dikalahkan, tetapi Anda harus sempurna. Dia memiliki banyak pengalaman dari saya. Namun, saya bekerja untuk bisa di depannya," kata Leclerc.

Leclerc kemudian membeberkan kekuatan baru mobil mereka, SF1000, yang dia katakan bakal mengancam Mercedes karena lincah di tikungan. "Kelebihan paling menonjol dari mobil kami adalah tikungan. Saya melihat bahwa kami berhasil mendapatkan apa yang kami harapkan selama ini. Kami mampu melewati tikungan lebih cepat dari tahun lalu," kata pria asal Monako itu.

Sementara itu, Vettel optimistis bakal maksimal di Australia. "Perlombaan musim pertama selalu istimewa. Saya pikir itu akan memungkinkan kami untuk mendapatkan ide yang lebih baik seperti apa hierarki di antara tim," kata Vettel.

Di luar Ferrari dan Mercedes, pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, tidak peduli jika harus berduel dengan rival-rival kuat pada musim ini. Dia mengaku tak takut berhadapan dengan siapa pun di atas lintasan. "Bagi saya, (mereka) semua sama. Yang terpenting adalah saya hanya ingin menang. Itulah alasan kami di sini," ujarnya.

Optimisme itu dikatakan berdasarkan kolaborasi Red Bull Racing dengan Honda sebagai pemasok mesin yang berjalan baik. Dia yakin tim itu dapat memberikan mobil yang menghantarkannya sebagai juara.

Seperti diketahui, Verstappen ialah peraih podium termuda di ajang F1, tepatnya di GP Spanyol pada 2016. Kala itu dia berusia 18 tahun. Dia harus mengamankan gelar 2020 untuk meraih gelar juara dunia termuda yang saat ini masih dipegang Vettel ketika menyegel juara F1 2010 saat usianya masih 23 tahun.

Bagi Hamilton, balapan di Melbourne akan jadi titik awal untuk menyamai rekor legenda Ferrari, Michael Schumacher, yang telah menorehkan 91 kali kemenangan dengan tujuh gelar juara dunia.

Hamilton kini hanya terpaut tujuh kemenangan dari Schumacher. Catatan itu berpotensi dipecahkan karena dia memiliki rata-rata 10 kemenangan setiap musimnya dalam enam tahun terakhir.

Diprotes

Di tengah ambisi untuk mengandaskan dominasi Mercedes, Ferrari saat ini tengah diterpa kabar tak sedap yang terbawa dari musim lalu. Masalah tersebut membuat Ferrari harus menghadapi tekanan dari tujuh tim lain di F1 lantaran Federasi Otomotif Internasional (FIA) tak mampu membuktikan Ferrari melanggar regulasi musim 2019.

Setelah melakukan investigasi terhadap mesin Ferrari selama berbulan-bulan, FIA mengumumkan mereka mencapai kesepakatan tertutup dengan Ferrari. Kesepakatan tanpa disertai detail yang jelas itu membuat geram tujuh tim lain yang tak menggunakan mesin Ferrari sehingga mereka melayangkan keberatan lewat pernyataan bersama.

Ancaman korona

Cerita soal mesin Ferrari jadi salah satu warna yang ada jelang seri pembuka F1 musim ini. Wabah virus korona juga terus diperbincangkan dan mengancam penyelenggaraan F1. GP Australia pun diprediksi bisa saja ditunda atau dibatalkan seperti ajang Moto-GP pada pekan lalu.

Namun, penyelenggara menyatakan GP Australia yang dihelat di Sirkuit Albert Park dinyatakan akan tetap digelar dengan kehadiran penonton.

Chief Corporation GP Australia, Andrew Westacott, mengatakan balapan tetap digelar dengan penonton dan tidak merasa ada risiko dari kemungkinan penyebaran virus korona.

Westacott menekankan kepada pencegahan atas korona jika dibandingkan dengan ketakukan berlebihan terhadap virus yang telah menjangkiti 100 orang, termasuk 3 orang yang meninggal di 'Negeri Kanguru'.

Namun, hal tersebut tak berlaku di Bahrain. Seri kedua yang digelar pada Minggu (22/3) itu akan berlangsung tanpa penonton. Otoritas setempat mengaku akan berisiko jika mendatangkan penonton di saat adanya korona di negara tersebut.

Hingga Sabtu (7/3), di Bahrain tercatat telah muncul 79 kasus. Bahrain pun meliburkan sekolah dan kampus untuk mencegah penyebarannya selama dua pekan sejak bulan lalu.

'Dengan alasan virus korona terus menyebar, menggelar ajang olahraga yang terbuka untuk publik dan mendatangkan ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri bukan langkah yang tepat,' tulis pihak penyelenggara GP Bahrain.

Adapun balapan yang telah resmi ditunda ialah GP Tiongkok. Balapan yang digelar di Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (19/4), itu, ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak F1 dan FIA memutuskan menunda balapan untuk kepentingan kesehatan dan keamanan staf, peserta balapan, dan fan.

Di samping kebijakan itu, pihak F1 menyatakan terus menindaklanjuti rekomendasi dari otoritas kesehatan tiap-tiap tuan rumah. Pihak F1 juga mengerahkan tim kesehatan di titik vital keramaian, seperti bandara, titik transit, dan sirkuit untuk melindungi setiap orang yang terlibat dalam balapan. (Mal/Faj/Crash/AFP/PlanetF1/R-3)

BERITA TERKAIT