12 March 2020, 22:04 WIB

Sensasi Bakso Kekinian di Kedai "Makan Bakso"


Gana Buana | Humaniora

SENSASI‘Tamago’ atau telur berpadu dengan bakso bukan hanya sebagai isian. Namun, telur ternyata bisa juga dijadikan toping dalam penyajian bakso.

Bakso ‘Tamago’ merupakan menu paling laku di kedai bakso ‘Makan Bakso’ yang baru dibuka pada 10 Februari kemarin. Warung yang dipopulerkan oleh Bedi Zubaedi, sang maestro di bidang waralaba khususnya food and beverage (F&B) ini mengenalkan konsep bakso kekinian.

“Bakso sudah terbukti menjadi makanan yang sustainable. Semua orang suka bakso mulai dati anak-anak hingga orang tua, kaya miskin suka bakso. Tanpa harus edukasi lagi, ini adalah produk yang simpel," kata Bedi Zubaedi di Jakarta, Selasa (11/3).

Bedi mengatakan, Resto ‘Makan Bakso’ menyediakan beragam menu bakso. Ada bakso polos, urat, jumbo, dan ditambah bakso kekinian dengan isi keju, mozarela, serta yang paling istimewa adalah bakso Tamago. Ini adalah telur ceplok setengah matang yang disajikan di atas bakso dan mie.

Cita rasa istimewa Makan Bakso tertuang di dalam kuah kaldunya. Ada consomme, sumsum, iga, ditambah baksonya yang lezat dan sensasi paduan telur setengah matang.

Baca juga : Warga Banjarmasin mulai Berburu Empon-Empon

“Bakso Tamago ini pertama di Indonesia, bahkan di dunia,” lanjut dia.

Bedi mengaku untuk menjaga kualitas baksonya, pihaknya menjaga mata rantai proses pembuatannya mulai dari pembelian daging sapi Bali segar hasil potongan langsung, kemudian diolah menggunakan peralatan yang seluruhnya stainless steel.

Bahkan, dalam pembuatan adonan Bakso Ia tak menyampurkan bahan kimiawi apapun.

Selanjutnya, bakso segar tersebut dikirim ke cabang-cabang dengan sesuai standar. Dengan demikian, jaminan 99% kualitas tinggi terjamin sesuai standar.

“Bisnis F&B tentu DNA-nya ada di produk. Menjaga kualitas produk dan layanan merupakan kunci paling penting,” ujar Bedi.

Baca juga : Kapau untuk Selera Milenial

Managing Director Makan Bakso Benita Adzani mengatakan, sebelum launching, pihaknya banyak melakukan riset menu. Salah satunya dalam pemilihan toping telur ceplok setengah matang. Ini merupakan makanan sehari-hari yang sangat familiar.

"Telur kan makanan sehari-hari. Pagi telur, siang telur bahkan malam pun kadang orang makan nasi goreng pakai telur. Bahkan, sempat ramai nasi telur kecap. Akhirnya kami pakai Tomago, dan ini sudah jadi top selling,” katanya.

Menurut Benita, ke depannya dia menargetkan dapat memiliki 10 resto milik sendiri. Dia meyakini target itu akan terpenuhi, bahkan bisa saja terlampaui dengan dukungan penuh dari Bedi Corporation yang expert bisnis makanan, dan terbukti dengan setiap brand yang dibangunnya selalu diterima market, serta mengikuti perkembangan zaman dan tren.

“Seperti halnya bisnis-bisnis di bawah Bedi Corporation sebelumnya yang membuka peluang kemitraan, Makan Bakso juga siap menerima calon mitra. Apalagi bisnis di Indonesia dikuasi oleh F&B sebesar 40% dan pertumbuhannya baik. Selain itu, minat masyarakat makan bakso juga tinggi," tandas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT