12 March 2020, 21:55 WIB

Pemprov Sumsel Kucurkan Rp37 Miliar untuk 9 Daerah Rawan Karhutla


Dwi Apriani | Humaniora

PEMERINTAH Provinsi Sumsel konsisten untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 9 titik rawan di Sumsel. Untuk mencegah kahutla berulang di wilayah tersebut Pemprov Sumsel bahkan sudah menyiapkan bantuan dana mencapai Rp37 miliar pada tahun 2020.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, kebijakan menyiapkan anggaran itu hanya satu dari sekian banyak strategi yang sudah disiapkannya mengantisipasi Karhutla di Sumsel. Strategi lainnya itu yakni membangun komitmen bersama Gubernur, Bupati, Walikota se-Sumsel untuk bersinergi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Kemudian membentuk tim terpadu pencegahan dan pengendalian Karhutla dengan SK Gubernur. "Untuk antisipasi karhutla, Pemprov Sumsel memberikan bantuan keuangan. Total anggaran Rp37 miliar di tahun ini. Selain itu, saya tantang kabupaten kota, saya sediakan uang Rp5 miliar. Tapi kegunaannya untuk apa saya tunggu. Ini saya gelontorkan untuk pencegahan Karhutla," tegas Herman Deru.

Mekanismenya, kata dia, sembilan Kabupaten tersebut harus mengajukan dulu dan akan diverifikasi oleh tim khusus. Misalnya alat-alat apa saja yang akan mereka beli untuk pencegahan Karhutla atau kegiatan apa yang akan mereka gelar di wilayah masing-masing. Dari pengajuan itu akan diverifikasi lagi mana saja yang menjadi prioritas. "Pagunya saya siapkan Rp5 miliar," kata dia.

Agar Karhutla tidak terjadi lagi tahun 2020 ini, sejumlah strategi lain juga dilakukan yakni dengan melaksanakan evaluasi ketaatan dan  membangun komitmen tiap unit usaha sektor perkebunan. Serta menetapkan status siaga lebih awal sesuai perkembangan cuaca sesuai BMKG dengan pembentukan satgas. "Ada juga pembuatan sodetan sungai di wilayah Ogan Ilir," tambahnya.

Dikatakan Herman Deru, dirinya tidak senang dengan Karhutla yang terus terjadi. Untuk itu Ia ingin semua masyarakat mengetahii berbagai persoalan mendasar mengapa Karhutla terjadi berulang. Misalnya tentang adanya potensi lahan gambut sangat besar mencapai 1,4 juta ha. Juga karena memang ada musim kemarau ektrim yang cenderung panjang dan sangat kering. 

Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan, menurutnya, telah dilakukan sekuat tenaga dengan mengerahkan ribuan personel gabungan. Mereka itu terdiri dari pengerahan personel BPBD sebanyak 102 orang, 1000 personel TNI, kemudian Polri 205, Pol PP 50, dan personel tambahan 1.665. "Kita juga kerahkan water bombing menggunakan 12 helikopter, 2 pesawat Cessna Caravan, 6 pesawat TMC dan 106.494.00 liter air," tandasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT