12 March 2020, 21:29 WIB

KPK Akan Banding Atas Vonis Ringan Muchtar Effendi


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

JAKSA Penuntut Umum pada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menyatakan siap melakukan banding terkait keputusan vonis kasus Muchtar Effendi. Vonis yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat hari ini, Kamis (12/3) menetapkan hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta kepada Muchtar.

"Kami tim jaksa penuntut umum menyatakan banding yang mulia (majelis hakim)," ungkap jaksa Wiraksa Jaya seusai sidang putusan di PN Jakarta Pusat (12/3).

Wira tidak menjelaskan kepada media terkait pertimbangan keputusan jaksa dalam melakukan banding. Pasalnya, hal itu bukan wewenangnya untuk menyampaikan secara langsung ke publik.

"Nanti sama jubirnya langsung, kalau pertimbangan nanti aja," imbuhnya.

Sebelumnya, jaksa menyampaikan tuntutannya kepada Muchtar yakni 8 tahun hukuman kurungan serta denda Rp450 juya subsider 6 bulan penjara.

Tuntutan tersebut jelas lebih tinggi dari keputusan majelis hakim. Pasalnya jaksa menilai Muchtar terlibat langsung dalam kasus suap mantan mantan MK RI Akil Mochtar.

Sementara itu, Muchtar Effendi menyatakan menghargai dan menerima keputusan majelis hakim. Dirinya akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan tim kuasa hukumnya terkait pertimbangan banding.

"Nanti pikir-pikir dulu untuk melakukan banding. Setelah ini baru kami akan berkomunikasi dengan tim penaset hukum," kata dia.

Muchtar sendiri merupakan orang dekat terpidana kasus suap Akil Mochtar. Ia ditetapkan sebagai terdakwa kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Empat Lawang, Palembang, di Mahkamah Konstitusi tahun 2013.

Dia dan Akil dinilai terbukti menerima Rp16,42 miliar dan USD316.700 dari mantan Wali Kota Palembang Romi Herton. Suap diberikan terkait permohonan keberatan atas hasil Pilkada Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Selain itu, Muchtar juga menerima Rp10 miliar dan USD500 ribu dari mantan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri. Uang itu terkait permohonan keberatan atas hasil Pilkada Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan.

Muchtar disebut menjadi perantara pemberian uang dari Romi Herton dan Budi Antoni kepada Akil. Uang tersebut diduga untuk memengaruhi putusan perkara permohonan keberatan atas hasil pilkada yang diadili Akil sebagai hakim konstitusi.(OL-4)

BERITA TERKAIT