12 March 2020, 21:21 WIB

Warga Depok Kerap Dangdutan Di Makam, Pemkot Melarang


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Depok mengimbau masyarakatnya, tidak menggelar pesta dangdutan di areal pemakaman. Aturan itu disampaikan pada warga karena menimbulkan ketidaknyamanan.

"Kami imbau jangan berpesta diatas makam, berziarah silahkan," kata Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Haris, Jamis (12/3).

Imbauan itu disampaikan karena belakangan ini, areal pemakaman di Kota Depok kerap digunakan untuk pesta dangdutan.

Salah satunya di RW 18 Kelurahan Pancoranmas, Kota Depok, warga menggelar pesta dangdut di lahan pekuburan tersebut.

Beberapa warga yang keberatan lahan pekuburan dijadikan tempat berpesta mengkomplen Pemerintah Kota Depok dengan mendatangi DLHK Kota Depok, Jalan Raya Bogor, Tapos, Kamis (12/3).

Beberapa dari warga itu meminta kepada UPTD TPU supaya tidak mengizinkan siapapun menggelar pesta di kuburan. Karena selain merusak makam menurut warga menimbulkan kebisingan.

Dihadapan warga, Kepala UPTD TPU Haris menyampaikan bahwa lahan pemakaman yang digunakan berpesta dan dangdutan di RW 18 Kelurahan Pancoranmas bukan milik Pemkot Depok

"Pemkot Depok tidak mengelola pemakaman di Kelurahan Pancoranmas. Pemakaman di RW 18 milik warga, yang mengelola warga sekitar," katanya.

Haris mengakui, pihaknya mengelola sejumlah pemakaman, namanya tempat pemakaman umum (TPU).

TPU yang dikelola Pemkot, katanya jumlah totalnya 12 TPU yang tersebar di 11 wilayah kecamatan. "Jadi, kami tak ada hak untuk melarang warga yang menggelar pesta di RW 18 Pancoranmas," ucapnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT