12 March 2020, 21:05 WIB

Kapal Coral Adventurer Diizinkan Bersandar di Makassar


Lina Herlina | Nusantara

Kru dan penumpang Kapal Pesiar Coral Adventurer dinyatakan negatif dari paparan virus korona atau Covid-19. Alhasil kapal tersebut diizinkan bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Kamis (12/3).

Sebelum mendapat izin, para kru dan penumpang harus menjalani pemeriksaan kesehatan di zona karantina di jarak 2 mil dari pelabuhan pada Selasa (10/3) malam.

Meski demikian, kapal pesiar yang berisikan 35 kru dan 47 penumpang itu hanya diizinkan bersandar maksimal sejam, mulai 08.30 Wita setelah seluruh penumpang dinyatakan negatif dari virus korona

"Sesuai keputusan Pusat Pelayanan Satu Atap Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar kapal itu bersandar pada pagi hari ini dan meninggalkan dermaga di hari yang sama," ungkap Kabid Lalulintas Angkutan Laut, Operasi dan Usaha Kepelabuhan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar Sirajuddin.

Kapal pesiar asal Australia itu telah melalui serangkaian proses pemeriksaan yang ketat. Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar juga telah melakukan pemantauan dan pengawasan sejak kedatangan kapal pesiar MV Coral Adventurer Voy 002. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19

baca juga: Kapal Pesiar Viking Sun Dilarang Sandar

KKP Kelas I Makassar melakukan sejumlah langkah mulai dari menyiapkan tim boarding yang terdiri dari dokter, perawat, epidemiolog, admin, analis laborat dan tim kesehatan. Kemudian disiapkan pula peralatan Thermal Infrared Gun, HAC, Boarding Kit Medis Kit dan bahan desinfektan.

Ketua KKP Makassar Darmawali Handoko menyatakan sebelumnya kapal pesiar tersebut dipasangi isyarat karantina atau bendera Q. Pihaknya juga melakukan asesment dokumen kesehatan kapal dari hasil pemeriksaan pelabuhan sebelumnya. Seluruh kru dan penumpang kapal diberi HAC atay Health Alert Card.

Dari serangkaian pemeriksaan itu, kata Darmawali, tidak ada faktor risiko atau tanda-tanda kesakitan dari kru dan penumpang. Suhu tubuh kru dan penumpang juga dinyatakan dalam batas normal. Tidak ditemukan orang sakit dan faktor risiko lingkungan, serta kapal diberikan izin karantina atau COP.

"Terakhir semua kru dan penumpang kapal menjalani pengukuran suhu tubuh dengan Thermal Infrared Gun dan tanda radang pada tenggorokan juga dilihat untuk menentukan ada tidaknya gejala dan tanda COVID-19," tukasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT