13 March 2020, 01:15 WIB

Maudy Ayunda Cerita dari Stanford


Atikah Ismah | Hiburan

taiching: Kuliah di universitas bergengsi terkadang membuatnya tak percaya diri. Terkenal di Indonesia rupanya tak berarti demikian juga di luar negeri.

PENYANYI Maudy Ayunda, 25, meninggalkan kariernya di Indonesia untuk melanjutkan kuliah di Stanford University, California, Amerika. Ia mengambil program Master of Education. Padahal, popularitasnya tengah menanjak. Namun, ia bergeming untuk kuliah di luar negeri.

"Kesempatan itu mungkin tidak akan datang lagi," jelas Maudy dalam vlog Boy William, Maudy Ayunda DISAMPERIN Boy di Stanford, yang diunggah dalam kanal Youtube pada Senin (9/3).

Pemenang aktris utama terpilih dalam Festival Film Jakarta 2006 ketika masih berusia 12 tahun tersebut menambahkan, siap menerima risiko jika kehilangan popularitas selama menempuh pendidikan. Tidak bisa tampil lagi dan tidak lagi populer bukanlah masalah yang harus dibesar-besarkan. "Jika kehilangan bagian fame-nya, no big deal. Kalau aku sampai tidak ada yang kenal lagi, aku tidak apa-apa," imbuhnya.

Meski terkenal di Indonesia, Maudy bercerita pada Boy bahwa hal tersebut tak berpengaruh pada sikap teman-temannya. Pun ketika jumlah follower media sosialnya mencapai jutaan, tetap tak memengaruhi mereka.

Pasalnya, sebagai kampus bergengsi, Stanford University menjadi tujuan orang-orang terkenal dari seluruh dunia.

Hal itu rupanya justru membuat Maudy tak percaya diri. Dalam vlog, Boy tak percaya pengakuan Maudy. "Mereka luar biasa, aku sering minder di sini. Sumpah ya, di sini minder terus, serius," ucapnya.

"Kita tuh kalau ke tempat kayak gini, buat aku pribadi, karena orang-orangnya pinter-pinter, genius-genius, kamu belajar banyak dari orang-orang ini, jadi kamu tidak bisa merasa hebat," jelas pemain Trinity Traveler tersebut.

Prestasi

Sebelum kuliah di Stanford, Maudy telah menyelesaikan pendidikannya di Oxford University, Inggris, jurusan PPE (Politics, Philosophy, and Economics) dengan gelar cum laude.

Maudy juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia mendirikan Maudy Ayunda Foundation sebagai bentuk kepeduliannya terhadap anak-anak muda Indonesia. Yayasan ini berfokus pada program beasiswa untuk anak-anak miskin dan mentoring.

"Ini berawal dari aktivitas sosial yang aku jalani. Aku keliling beberapa kota di Indonesia, dapat curhatan dari anak-anak muda kalau aktivitas seperti bedah hukum, diskusi, sangat kurang," jelasnya. Ia mengatakan salah satu program utama dalam yayasan tersebut ialah Scholarship and Mentorship Program.

Di antara kesibukannya membintangi sejumlah film, Maudy juga menelurkan album dan single serta menyanyikan soundtrack Perahu Kertas yang ia bintangi. Ia juga menulis buku, yakni A Forest of Fables (2005) serta Dear Tomorrow (2018)

Terakhir, ia dipilih Forbes sebagai salah satu anak mudah berpengaruh dalam Forbes Indonesia kategori 30 under 30 tahun 2020. Maudy dipilih karena dinilai layak menjadi panutan generasi milenial. Meski terjun di dunia hiburan, Maudy juga sukses dalam dunia pendidikan yang dijalani.

Maudy mengungkapkan kegembiraan atas penghargaan itu dalam unggahan akun Instagram-nya. "Merasa sangat terhormat terpilih dalam Forbes Indonesia 30 under tahun ini. Terima kasih @forbesindonesia," tulisnya. (H-3)

BERITA TERKAIT