13 March 2020, 00:35 WIB

Raja dan Ratu Belanda Terpesona Tortor


MI | Nusantara

KEDATANGAN Raja Belanda Willem Alexander bersama Ratu Maxima Zorreguieta Cer­ru­ti di Kabupaten Toba, Sumat­ra Utara, disambut tarian tortor panomu nomuon, di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, kemarin.

Di lokasi itu sejumlah tokoh adat sudah menunggu, tepatnya di depan salah satu dari tu­juh rumah adat batak atau jabu yang berumur lebih dari 400 tahun. Usai tarian tortor, tokoh adat mengalungkan kain ulos kepada pimpinan Negeri Kincir Angin itu dan istrinya.

Ritual pengalungan ulos di­­iringi musik Batak. Kain ulos yang diberikan sarat makna, karena di kalangan masyarakat Batak tenun itu disebut ulos pinuncaan. Ulos tersebut bermotif sederhana, dengan paduan benang tenun merah, hitam, putih, emas, dan perak
Willem dan Maxima terlihat senang dengan pemberian ulos itu. Keduanya juga terkesima dengan tarian yang disuguhkan kepada mereka.

Menurut keterangan, ulos pi­nuncaan terdiri dari lima bagian yang ditenun secara ter­­pisah, kemudian dijadikan satu. Biasanya ulos jenis itu dikenakan oleh raja-raja da­lam berbagai ritual adat. Pinuncaan juga merupakan induknya ulos dan merupakan ulos paling mahal dalam adat Batak.

Kegiatan Raja dan Ratu Belanda selanjutnya melihat-lihat rumah adat, berbincang dengan beberapa pemuda dan tokoh adat  Siambat Dalan. Mereka juga menyaksikan langsung pembuatan kain ulos.

Sebelumnya pasangan itu juga sempat mengunjungi Bu­kit Singgolom yang menyaji­kan pemandangan Danau To­­ba yang membingkai Pulau Samosir.

“Di Bukit Singgolom hanya 15 menit. Kesan mereka, pemandangannya begitu indah. Saya menemani Raja dan Ratu Belanda serta menjelaskan ten­­tang Danau Toba,” kata Di­­rektur Utama Badan Otorita Pa­­riwisata Danau Toba Arie Prasetyo.

Kunjungan Raja dan Ratu Be­landa ke Indonesia dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan sumber daya manusia. Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Alam, dan Kualitas Pangan Belanda, Jan-Kees Goet, me­ngun­­jungi perusahaan benih sayuran PT East West Seed In­­donesia di Purwakarta, Jawa Barat. (PS/RZ/JH/N-1)

BERITA TERKAIT