12 March 2020, 19:58 WIB

Pemprov DKI Kaji Puluihan Izin Keramaian


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SEDIKITNYA 30 izin penyelenggaraan acara yang berkaitan dengan keramaian yang dijadwalkan terlaksana hingga April sedang dikaji oleh Tim Pengkajian Izin Pemprov DKI.

Ketua Tim Pengkajian Pemprov DKI Benni Aguscandra yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI itu menyebut pengajian izin ini akan dilakukan untuk mengurangi potensi penyebaran virus korona.

"Sejauh ini ada 30 izin yang sudah masuk untuk penyelenggaraan hingga April yang akan dikaji," kata Benni dalam konferensi pers di Balai Kota, Kamis (12/3).

Benni menegaskan izin akan secara ketat dikaji. Tim Pengkajian Izin ini melibatkan berbagai unsur seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kesbangpol hingga Polda Metro Jaya.

 

Baca juga; Anies Panggil Pengusaha soal Opsi Pembatasan Tempat Hiburan

 

Pertimbangan pemberian izin akan diberikan dari beberapa indikator seperti kepadatan acara, lokasi, hingga adanya persyaratan penyediaan fasilitas sesuai dengan Keputusan Sekda nomor 11 tahun 2020 tentang Tim Review Perizinan dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.

"Iya harus sesuai dengan surat itu," ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Asisten Sekda DKI Bidang Kesejahteraan Rakyat Catur Laswanto mengatakan beberapa penyelenggara acara yang melibatkan keramaian sudah ada yang membatalkan sacara mandiri.

"Jadi kemarin misalnya PMI Jakarta Timur yang sedianya akan mengundang 20.000 PMR, Palang Merah Remaja, di Cibubur. Mereka dengan secara mandiri melakukan penundaan kegiatan ini. Demikian juga Parisada Hindu Dharma yang seharusnya akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh pada hari Sabtu ini dan juga ada Upacara Melasti yang berkaitan dengan nyepi yang akan dilaksanakan secara besar-besaran awalnya. Kemudian yang untuk pawai ogoh-ogoh dibatalkan. Kemudian untuk upacara Melasti dilaksanakan di Pura-Pura yang tidak terlalu menimbulkan banyak pertemuan orang. Jadi tidak dikumpulkan dalam satu area," ungkapnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT