12 March 2020, 22:30 WIB

Siswa SMK di Kudus Siap Hadapi Industri 4.0


MI | Nusantara

GUNA menyiapkan siswa menghadapi revolusi industri 4.0, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah, membekali siswa dengan berbegai materi dari para praktisi berbagai bidang. Para praktisi tersebut antara lain berasal dari seniman, usaha hiburan,  hingga praktisi komunikasi.

Pembekalan yang diikuti ratusan siswa dikemas dalam Maret Festival (Marfest), dan berlangsung tiga hari, sejak Kamis (12/3).
Penggemblengan dilakukan oleh para praktisi dengan memotivasi siswa agar mereka kreatif melihat peluang di era industri 4.0.

Selain menampilkan 12 tokoh lintas ilmu dan profesi, Marfest SMK Raden Umar Said juga menghelat sejumlah acara, di antaranya kelas inspiratif, pameran karya mereka, peragaan busana, dan pentas musik. Acara yang dihelat oleh SMK binaan Djarum Foundation itu menyedot ratusan siswa yang sejak pagi antusias mengikuti setiap sesi.

Salah seorang pengisi acara, seniman Butet Kartarajasa, mengaku terkesan oleh kreativitas para pelajar SMK yang dikenal sebagai sekolah animasi dan multimedia tersebut. Karya kreatif dan seni yang mereka miliki dinilainya luar biasa, karena meski masih pelajar mereka memiliki ilmu dan karya mumpuni.

Hal senada diungkapkan Vice President Marketing Management IndiHme  Aulia Marinto. Ia optimistis masa depan lulusan SMK Raden Umar Said cemerlang, karena kemampuan mereka memiliki peluang  besar di pasar tenaga kerja.

“Kita masih membutuhkan jutaan tenaga kerja dengan kemampuan seperti mereka, sedangkan sekolah ini hanya menghasilkan beberapa ratus setiap tahun,” ujarnya.

Dengan kreativitas, inovasi, dan motivasi yang mereka miliki, lanjutnya, pada 5 hingga 10 tahun mendatang mereka akan menjadi tulang punggung bangsa di bidang digital.  

Pembicara lainnya dalam Marfets SMK Raden Umar Said antara lain sutradara Naya Anindita, penulis script Bene Dion, CEO Kumata Studio  Daryl Wilson, dan CEO Temotion-Tempo Animation Chandra Endroputro.

Program Associate Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengatakan diselenggarakannya Marfest menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada revolusi industri 4.0. (AS/N-1)

BERITA TERKAIT