12 March 2020, 17:51 WIB

Pemerintah Sederhanakan Ketentuan Impor Bawang Putih


Andhika prasetyo | Ekonomi

PEMERINTAH berencana merelaksasi ketentuan impor bawang putih.

Pasalnya, ketersediaan produk hortikultura itu di pasar semakin minim sehingga memicu lonjakan harga secara signifikan.

Upaya relaksasi dinilai bisa menjadi solusi dari persoalan itu. Diharapkan proses impor nantinya akan semakin mudah dan sederhana sehingga stok akan kembali besar dan mampu menekan harga.

"Akan ada kebijakan relaksasi impor untuk bawang putih apa bila sampai minggu ini harganya belum juga turun," ujar Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).

 

Baca juga: Purwakarta Siapkan Operasi Pasar Bawang Putih

 

Kebijakan relaksasi, ucap dia, bisa berupa penghapusan pengaturan wajib tanam 5% yang selama ini diterapkan kepada para importir.

"Nanti kita akan bahas dulu dengan kementerian lain. Itu kan teknis jadi nanti kita bahas dengan Kementerian Pertanian. Intinya ini akan ada peyderhanaan agar proses impor lebih simpel," terang dia.

Terkait negara sumber impor, Agus mengatakan Tiongkok masih tetap menjadi pilihan utama.

Pasalnya, untuk kegiatan perdagangan lintas negara, baik otoritas setempat maupun pemerintah Indonesia tidak melakukan pembatasan atau penghentian.

"Halangan tidak ada. Hanya saja memang terjadi perlambatan distribusi karena serangan korona. Kegiatan masyarakat di sana kan menjadi dibatasi," tuturnya.

Agus juga juga membidik India sebagai negara asal impor kedua untuk mengantisipasi keterlambatan dari Tiongkok.

Sejauh ini, Agus mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat persetujuan impor untuk sekitar 60 ribu ton bawang putih.

"Izin impornya sudah dikeluarkan. Memang perlu waktu pelaksanannya. Kita lihat nanti kalau dalam beberapa hari ke depan harga masih tinggi, kita akan ambil kebijakan relaksasi impor ini," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT