12 March 2020, 16:08 WIB

Bank BJB Targetkan Peningkatan 1 Juta Transaksi Nontunai


Bayu Anggoro | Ekonomi

FOTO:  Direktur IT, Treasury, dan International Banking Bank BJB Rio Lanasier (paling kiri) bersama Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Pribadi Santoso menjelaskan kemudahan penggunaan QRIS saat menghadiri sosialisasi Pekan QRIS Nasional di Kantor Pusat Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Kamis (12/3). Pada kesempatan ini, Rio juga memaparkan BJB Digi yang merupakan aplikasi digital perbankan pada telepon seluler bagi nasabah Bank BJB.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BANK BJB menargetkan penambahan 1 juta transaksi nontunai melalui QRIS (quick response code indonesian standard). Selain akan memudahkan nasabah, penggunaan teknologi inipun diyakini akan meminimalisasi risiko yang bisa terjadi pada transaksi tunai.

Hal ini disampaikan Direktur IT, Treasury, dan International Banking Bank BJB Rio Lanasier, saat menghadiri sosialisasi Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, di kantor pusat Bank BJB, Bandung, Kamis (12/3). Acara yang dikemas ke dalam bentuk talkshow ini dihadiri juga Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Pribadi Santoso.

Rio menyebut, pada 2009 terdapat 6,2 juta transaksi nontunai yang dilakukan nasabah Bank BJB. Dengan hadirnya QRIS yang merupakan fitur pembayaran uang elektronik terbaru berbasis telepon seluler, dia berharap pada tahun ini terdapat 7,2 juta transaksi cashless tersebut.

"Kami berharap lebih maksimal lagi penetrasi ke masyarakat untuk finansial inklusif. Ujung-ujungnya untuk meningkatkan perekonomian," katanya seraya menyebut pihaknya menyasar pelaku UMKM dan ritel terkait penggunaan aplikasi ini.

Dia menambahkan, transaksi lewat QRIS ini sangat mudah, yakni hanya dengan mengunduh melalui aplikasi yang telah terstandardisasi. Terlebih, dia menyebut Bank BJB sudah mengadopsi layanan QRIS yang hingga kini terus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.

"Layanan QRIS Bank BJB merupakan transaksi pembayaran pada merchant dengan mekanisme pembayaran menggunakan QR code serta menggunakan sumber dana uang elektronik berbasis server seperti OVO, Gopay, ShopeePay, dan lainnya," kata dia.

Seiring dengan itu, lanjut Rio, bank bjb juga terus mengembangkan digi Cash yang merupakan uang elektronik berbasis server milik perseroan yang dipersembahkan khusus nasabahnya. "Digi Cash merupakan layanan yang dapat digunakan oleh nasabah maupun nonnasabah bank bjb dengan memanfaatkan teknologi berbasis mobile application dengan fungsi multiguna," katanya.

Perangkat bayar digital ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi perbankan seperti isi ulang saldo, pengecekan saldo, transfer ke sesama pengguna dan rekening bank bjb, pembayaran PBB, dan E-samsat Jabar.

"Bisa juga untuk pembelanjaan di merchant yang menggunakan layanan QRIS, serta fitur transaksi lainnya yang akan dikembangkan tanpa harus melakukan pembukaan rekening Bank BJB," katanya.

Serangkaian langkah digitalisasi ini, tambah Rio, merupakan wujud implementasi BJB Digital Payment demi memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan memuaskan.

"Ini seiring dengan visi kami yang senantiasa terlibat aktif dalam mewujudkan cita-cita cashless society bagi masyarakat di masa depan," katanya.

Disinggung keamanan transaksi nontunai ini, Rio memastikan pihaknya telah mengantisipasi hal itu. "Walau digital ini ada cyber risk. Kita antisipasi lewat penguatan infrastruktur," katanya seraya menyebut pihaknya berkomitmen untuk membiasakan masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Pribadi Santoso mengatakan, sosialisasi teknologi QRIS ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memahami tentang fitur tersebut. Sehingga, warga bisa mengetahui tata cara penggunaan QRIS serta memanfaatkannya untuk transaksi sehari-hari.

Penerapan QRIS sebagai salah satu medium transaksi merupakan suatu keniscayaan seiring perkembangan zaman yang menuntut kemudahan.

"Sebagai alat transaksi yang terintegrasi secara nasional, QRIS menawarkan pengalaman bertransaksi dengan jaminan keamanan dan kenyamanan," katanya seraya menyebut sosialisasi pada Pekan QRIS ini dilakukan serentak secara nasional.

Dia menilai semakin banyak penggunaannya, masyarakat akan dimudahkan dalam bertransaksi. Menurutnya, penggunaan uang elektronik ini bisa lebih aman.

"Kalau uang fisik, bisa sobek, hilang," katanya. Selain itu, penggunaan QRIS inipun akan mencatat setiap transaksi keluar maupun masuk sehingga bisa lebih tertib dan terukur.

"Akan mencatat semua transaksi. Sehingga bank akan mencatat dan akan mengetahui nasabahnya dengan baik," katanya.

Cara ini juga berdampak positif untuk membentuk credit profile bagi perbankan. "Sehingga bank yang mengetahui dengan baik nasabahnya, akan lebih mudah dalam memberi pembiayaan," katanya. (BY/OL-09)

BERITA TERKAIT