12 March 2020, 15:35 WIB

Ajang Internasional BMX di Banyuwangi Resmi Ditunda


Usman Afandi | Nusantara

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur selalu menggelar International Bicycle Motocross (BMX) Competition setiap tahun. Namun, tahun ini event tersebut resmi ditunda.

Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi melalui Kepala Bidang Keolahragaan Alvin mengatakan penundaan tersebut dikarenakan dampak virus korona (COVID-19). Akibatnya pemerintah Banyuwangi lebih memilih untuk menunda event tersebut.

"Event internasional memang rentan terhadap isu-isu kesehatan. Kita memantau perkembangan mulai nasional sampai dengan imigrasi. Nah, dari situ kita mengadakan rapat yang dipimpin pak sekda bersama dengan dinas kesehatan. Kita memperoteksi dampak tersebut. Kita melakukan langkah meminimalisasi event-event yang mendatangkan orang luar negeri ke Banyuwangi, sehingga kita simpulkan Internasional BMX ini ditunda dulu," kata Alvin usai acara diskusi bersama pelaku pariwisata se-Banyuwangi di Aula Dinas Pariwisata, Kamis (12/3).

Hingga saat ini, lanjut Alvin, pihak Dispora sendiri sudah mengirim surat ke Pengurus Besar Ikatan Sepedah Sport Indonesia (PB ISSI) untuk menunda event olahraga tersebut. Selain itu, pihaknya sudah mengirim konfirmasi penundaan kepada peserta yang dari luar negeri yang sudah mendaftar sejak Januari 2020.

"Kita sudah berkirim surat ke PB ISSI. Kalau peserta dari luar, kita hanya sebatas mengkonfirmasi saja," ujarnya.

Baca juga: Banyuwangi Dipuji karena Berani Gelar Ajang BMX Bergengsi Dunia

Banyuwangi International BMX sendiri merupakan ajang BMX yang paling bergengsi di Indonesia. Ajang ini adalah satu-satunya yang melombakan
kategori level hors class di Indonesia.

Dari negara-negara di Asia, hanya 6 negara yang melombakan level
paling bergengsi ini. Indonesia ialah satu di antaranya. Oleh sebab itu, kata Alvin, para pebalap dari berbagai belahan dunia menuju ke Banyuwangi untuk mengumpulkan poin agar lolos ke Olimpiade.

Dalam hal ini Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas menambahkan, penyebaran Covid-19 adalah tantangan kita bersama. Dari aspek medis, hingga ke level Puskesmas sudah dikerahkan untuk sosialisasi gaya hidup sehat menjaga daya tahan tubuh. RSUD Blambangan juga sudah menyiapkan ruang isolasi.

Mengingat penundaan event ini berdampak pada ekonomi, maka pemerintah daerah akan terus mencoba kreasi baru demi menggeliatkan ekonomi lokal. "Beberapa strategi alternatif disiapkan agar ekonomi terus berputar, agar konsumsi masyarakat tetap stabil untuk menjaga perekonomian, dan semoga semua pihak memaklumi. Tetap semangat berinovasi dengan kreativitas tinggi untuk menggeliatkan ekonomi lokal," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT