12 March 2020, 15:00 WIB

COVID-19 Mewabah, WHO Sarankan Transaksi Digital


Melalusa Susthira K | Weekend

SETELAH COVID-19 mewabah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan mengimbau masyarakat luas untuk menggunakan opsi pembayaran digital sedapat mungkin ketimbang melakukan pembayaran melalui uang tunai.

Mengingat cara utama penyebaran COVID-19 melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi -- seperti batuk dan bersin, dalam beberapa kasus virus tersebut tetap dapat bertahan hidup di permukaan keras seperti koin selama berhari-hari. Sedangkan uang tunai seperti dolar AS yang terbuat dari campuran kain dan kertas, lebih sulit untuk virus menempel.

Mengutip Telegraph, meski begitu WHO mengatakan jangan mengambil risiko untuk melakukan pembayaran menggunakan uang tunai jika memang benar-benar tidak terpaksa.

"Kami tahu bahwa uang sering berpindah tangan dan dapat membawa semua jenis bakteri dan virus, serta hal-hal seperti itu. Kami akan menyarankan orang untuk mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan menghindari menyentuh wajah mereka,” terang seorang perwakilan WHO kepada The Telegraph.

WHO memang tidak secara eksplisit mengatakan bahwa uang secara spesifik terkait dengan penyebaran COVID-19. Namun, lembaga itu mengatakan "disarankan untuk menggunakan pembayaran tanpa kontak guna mengurangi risiko penularan," lapor Telegraph.

Para ahli medis menyebut, ketika berbicara tentang virus secara umum, maka mengurangi interaksi dengan orang-orang akan mengurangi kemungkinan terinfeksi. Selain itu, mengurangi menyentuh permukaan yang tidak bersih atau menjauhkan tangan dari area wajah seperti hidung dan mulut juga mengurangi risiko penularan virus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) mengatakan bahwa adalah mungkin seseorang dapat terkena COVID-19 dengan menyentuh objek yang terpapar virus di atasnya. Meski bukan cara utama dari penyebaran virus, seseorang berpotensi terinfeksi jika paparan virus itu kemudian masuk ke mulut atau hidung. (M-1)

BERITA TERKAIT