12 March 2020, 13:29 WIB

Cegah Penularan Korona, JK Sarankan Steril Tempat Ramai


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar seluruh tempat umum dan ramai disterilisasi guna mencegah penularan virus Korona. Hal itu dia kemukakan merespons pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sudah menetapkan situasi darurat penyebaran virus Korona (Covid-19). JK, biasa disapa, mengatakan Amerika Serikat juga sudah melarang masyarakat Eropa masuk ke negara Paman Sam tersebut.

“Karena ini musuh yang tidak kelihatan dan bahaya yang tidak ketahuan jadi preventifnya yang kita lakukan. Karena itu semua tempat keramaian harus disteril. Kalau tidak itu bahaya,”ujar JK seusai menghadiri pertemuan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, pada Kamis (12/3).

Baca juga: Roy Suryo Pilih kembali ke Profesi Lama

Disampaikan juga oleh JK bahwa jumlah pasien yang dinyatakan positif tertular virus korona di Indonesia diperkirakan bertambah dengan banyaknya orang saling berinteraksi dan keluar masuk.

”Pasti (bertambah) perkembangan wabah itu seperti deret ukur, satu kena sebar ke tiga, tiga kena sebar ke tiga lagi, artinya cepat sekali,”tuturnya.

Guna memutus transmisi penularan, menurut JK, pemerintah Indonesia harus mempersiapkan diri. Tiongkok mengambil kebijakan untuk menutup (lock down) provinsi Hubei yang menjadi sumber tempat pertama penularan virus tersebut. Upaya yang dilakukan Tiongkok, terang JK, berhasil menurunkan jumlah kasus.

“Tiongkok berhasil memperlambat dan tidak mencegah 100% (lockdown) itu. Negara yang sangat disiplin yang bisa melaksanakan itu,”ucapnya.

Indonesia, imbuhnya, bisa menginstruksikan hal serupa dengan menutup akses dari dan masuk ke negara ini. Namun, pemerintah harus siap secara menghadapi dampak dari menutupan tersebut termasuk dalam bidang ekonomi. Wabah korona diperkirakan berdampak lebih signifikan dan mengakibatkan kerugian bagi Tiongkok melebihi dari perang dagang yang melanda negara tirai bambu tersebut.

"Ïni puluhan kali lebih hebat dari perang dagang,”tukasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT