12 March 2020, 11:05 WIB

Jika Turun Lebih Dari 5%, IHSG Akan Dibekukan Selama 30 Menit


Despian Nurhidayat | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (12/3) dalam kondisi anjlok, bahkan stagnan di level 4.900 atau 4%. Kondisi ini diperkirakan akan terus mengalami penurunan sampai penutupan perdagangan pada hari ini.

Meskipun demikian, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil ancang-ancang untuk meyakinkan publik bahwa mereka telah mengantisipasi hal ini dengan mengeluarkan beberapa kebijakan. Kebijakan tersebut ialah auto rejection (penghentian otomatis perdagangan saham) dan trading halt (pembekuan sementara perdagangan).

Pemberlakuan auto rejection sendiri sudah berlaku sejak Selasa (10/3) sesuai dengan Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-273/PM.21/2020 tanggal 9 Maret 2020 perihal perintah mengubah batasan auto rejection pada peraturan perdagangan di Bursa Efek dan surat keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00023/BEI/03-2020 perihal perubahan batasan auto rejection.

"Pemberlakuan perubahan ketentuan batasan auto rejection akan dilakukan dengan tindakan sebagai berikut. Dalam peraturan auto rejection asimetris, saham dengan fraksi harga Rp50- Rp200 per saham, akan dihentikan perdagangannya secara otomatis jika naik lebih dari 35% atau turun sebesar 10%," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono dilansir dari keterangan resmi, Selasa (10/3).

Sementara itu, untuk fraksi harga Rp200- Rp5.000 per saham, akan otomatis berhenti diperdagangkan jika naik lebih dari 25% atau turun 10%. Sedangkan untuk fraksi harga saham di atas Rp5.000 akan otomatis berhenti diperdagangkan jika naik 20% atau turun 10% dalam sehari.

Lebih lanjut, terkait kebijakan trading halt sendiri sudah berlaku sejak Rabu (11/3). Dengan menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perintah Melakukan Trading Halt Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Pasar Modal Mengalami Tekanan dan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Sekaligus dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Atas hal tersebut BEI memberlakukan penambahan ketentuan trading halt. Hal ini terjadi penurunan yang sangat tajam atas IHSG dalam satu hari bursa yang sama. Akibatnya bursa melakukan beberapa tindakan.

baca juga: Untuk Tingkatkan Produktivitas, Petani Kopi Garut Terima KUR

"Pertama, trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5%. Kedua trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10%," lanjutnya.

"Terakhir trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15% dengan ketentuan sampai akhir sesi perdagangan. Atau lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah OJK," pungkas Yulianto. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT