12 March 2020, 09:41 WIB

Riau sudah Butuh Hujan Buatan


(RK/LD/N-2) | Nusantara

KEBAKARAN hutan dan lahan sudah terjadi di 10 kabupaten dan kota di Riau. Lahan yang terbakar sudah mencapai 168,9 hektare. Polda Riau yang bergerak di lapangan pun menangkap 37 pelaku pembakaran.

Pekan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo bergerak ke Riau melakukan upaya dan gerakan bersama menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Kemarin, giliran Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang melakukan aksi di daerah itu.

"Kami menerjunkan tim untuk melaksanakan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan melalui operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan dengan menyemai garam. Tim yang didukung TNI Angkatan Udara akan mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan," ujar Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Tri Handoko Seto.

Selain memadamkan api, imbuhnya, hujan buatan juga membuat lahan gambut jadi basah, sekaligus mengisi embung penampungan air. Sasaran hujan buatan ialah mencegah kebakaran yang lebih luas dan tak ter-kendali.

"Dengan tetap terjaganya kelembapan tanah pada area lahan gambut, potensi terjadi kebakaran di lahan gambut makin berkurang," jelasnya.

Posko tim ini berada di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Mereka didukung pesawat CASA 212 milik TNI-AU dari Skuadron 4 Malang. Kemarin, penerbangan pertama dilakukan.

Di lokasi yang sama, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Yudi Anantasena, mengaku sudah mengembangkan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar melalui inovasi biopeat.

"Kami telah membangun unit produksi biopeat bersama PT Riau Sakti United Plantations."

BERITA TERKAIT