12 March 2020, 08:50 WIB

Unhan Luluskan 365 Agen Bela Negara


DD/P-2 | Politik dan Hukum

UNIVERSITAS Pertahanan (Unhan) mewisuda 365 mahasiswa Program Pascasarjana Magister Ilmu Pertahanan, kemarin, bersamaan dengan Dies Natalis ke-11. Para lulusan Unhan sekaligus merupakan agen-agen bela negara.

Menurut Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI Tri Legiono Suko, menjadi alumni Unhan merupakan suatu kebanggaan. Mereka sumber daya manusia yang mumpuni dan memiliki nilai tambah di bidang pertahanan.

"Kondisi ini mengisyaratkan bahwa alumni Universitas Pertahanan memiliki kekuatan yang sangat besar untuk berkontribusi dan berperan serta dalam proses pembangunan bangsa Indonesia," ungkap Tri saat memberi sambutan di hadapan para wisudawan di Gedung Aula Merah Putih Kampus Unhan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Di usianya yang ke-11 tahun, Unhan mengukuhkan diri sebagai Kampus Bela Negara. Unhan pun tengah menapaki jalan mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi pertahanan berstandar kelas dunia di 2024.

Hal itu sesuai dengan harapan Kementerian Pertahanan sebagai pembina fungsi Unhan. "Para lulusan atau agen bela negara ini juga diharapkan memiliki karakter dan wawasan kebangsaan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam bela negara, memiliki identitas dan jiwa nasionalis yang kuat, serta berintegritas," imbuh Rektor.

Peringkat A yang diberikan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi membuat Unhan makin percaya diri untuk berkembang dan memacu diri ke arah yang lebih baik. Di tingkat fakultas/prodi, sudah ditetapkan 10 program studi terkareditasi A dan 2 program studi terakreditasi B.

Wakil Menhan RI Sakti Wahyu Trenggono menekankan pengembangan SDM bidang pertahanan yang modern dan profesional diperlukan. Hal itu untuk mengantisipasi perubahan tatanan global dan dinamika lingkungan strategis yang dapat mengancam kedaulatan negara. "Kualitas SDM menjadi kunci utama dalam mencermati perkembangan."

Dalam wisuda kali ini, Unhan juga meluluskan wisudawan asal negara sahabat yang berasal dari Zimbabwe 2 orang, Tiongkok 1 orang, Arab Saudi 1 orang, India 1 orang, dan Filipina 1 orang.

Pada kesempatan itu juga digelar orasi ilmiah oleh Mayjen TNI (Purn) Syaiful Anwar dengan tajuk Redefinisi Pertahanan Negara.

Syaiful menyampaikan pertahanan negara tidak dapat dipisahkan antara pemerintah dan rakyat, untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk pertahanan negara yang tangguh. (DD/P-2)

BERITA TERKAIT