12 March 2020, 08:46 WIB

Roy Suryo Pilih kembali ke Profesi Lama


(Pro/P-1) | Politik dan Hukum

POLITIKUS asal Yogyakarta Roy Suryo memilih kembali menekuni sebagai praktisi multimedia/telematika dan pengamat public-health. Dia menegaskan tidak ada persoalan atau kekecewaan pribadi yang melatarbelakangi keputusannya mundur dari Partai Demokrat.

"Selain itu, saya saat ini kembali diminta mengajar di sejumlah kampus di berbagai kota sebagai dosen tamu. Hal itu tentunya membutuhkan posisi independen sebagai seorang akademisi. Karena itulah saya memutuskan untuk tidak aktif lagi di dunia politik," ujarnya.

Surat pengunduran Roy disampaikan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin di Cikeas, Bogor. 'Tweeps, Pada hari ini, Rabu 11/03/20 jam 12.30 WIB bertempat di Puri Cikeas, saya sudah menyerahkan SURAT PENGUNDURAN DIRI dalam Semua Posisi & Jabatan di Partai Demokrat, termasuk selaku Kader setelah +/- 15th berpolitik. Selanjutnya bisa dibaca dlm Surat terlampir, Terima kasih', tulis Roy di akun Twitter-nya @KRMTRoySuryo2.

Dari surat yang diunggah Roy, beberapa alasan pengunduran diri disampaikan antara lain karena padatnya kesibukan harian Roy di tengah-tengah masyarakat.

Roy menyampaikan dia harus segera menyelesaikan tugas akhir selaku mahasiswa tingkat Doktoral di Universitas Negeri Jakarta sehingga membutuhkan waktu dan konsentrasi yang tidak sedikit.

Bukan hanya itu, Roy juga sulit membagi waktu karena kesibukannya memberikan kuliah atau seminar dan diskusi. 'Karena itu, saya mohon untuk mengundurkan diri dalam semua posisi dan jabatan di Partai Demokrat termasuk selaku kader yang selama ini yang sudah banyak memberi pengalaman yang sangat berarti selama sekitar 15 tahun terakhir,' tulis Roy.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan pengunduran diri Roy Suryo tidak akan mengganggu kekuatan Partai Demokrat ke depan. Hanya, memang pengunduran tersebut mengagetkan Demokrat.

"Karena partai dan kader semua sedang fokus persiapan kongres. Momen yang tidak tepat untuk mundur sebetulnya, jadi itu yang membuat kami kaget," ujar Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan selama ini Roy tidak pernah menyampaikan rencana pengunduran diri. Hal itu disampaikan dengan mendadak. "Namun demikian, seperti saya sampaikan bahwa pengunduran diri ini tak akan memengaruhi soliditas partai dan kekuatan partai."

Terkait dengan sikap SBY, Ferdinand mengatakan belum ada sikap resmi dari SBY. SBY disebut fokus menyiapkan kongres Demokrat yang akan dilaksanakan akhir Maret. (Pro/P-1)

BERITA TERKAIT