12 March 2020, 07:40 WIB

Kemenkes Kirim Tambahan Dokter dan Tenaga Medis ke Sikka


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan telah mengirim tambahan dokter spesialis dan tenaga medis untuk mengatasi kasus demam berdarah (DB) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

"Kita membawa dokter spesialis tambahan dan menambah 20 perawat medis untuk ditugaskan di puskesmas-puskesmas," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Kemenkes juga telah menambah tenaga medis dari kabupaten lain.

Selain itu, ada tambahan tenaga tiga dokter spesialis anak dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dan dua dokter spesialis penyakit dalam.

Terkait dengan peningkatan fasilitas dan kelas rumah sakit, Siti Nadia menyatakan fasilitas yang ada sebenarnya telah memadai untuk menangani kasus DB.

Sejauh ini telah 104 orang meninggal akibat DB dari 17.820 kasus yang terjadi di Indonesia dalam rentang awal Januari hingga kemarin.

Lampung menjadi provinsi dengan kasus DB paling tinggi, yakni 3.423 kasus di enam kabupaten. NTT di posisi kedua dengan 2.711 kasus. Jawa Timur di posisi ketiga dengan 1.761 kasus, diikuti Jawa Barat dengan 1.420 kasus dan Jambi sebanyak 703 kasus DB.

Data Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur menyebut jumlah korban meninggal akibat DB di provinsi itu sampai kemarin menjadi 37 orang atau bertambah tiga orang jika dibandingkan dengan satu hari sebelumnya.

"Kejadian luar biasa (KLB) DB tahun ini ialah yang terparah," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus.

Jumlah korban yang dirawat pun bertambah dari 2.854 menjadi 3.109 orang dengan tingkat kematian (CFR) sebesar 1,19%. Data korban tersebut berasal dari 22 kabupaten dan kota di NTT.

Di tempat terpisah, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan meminta warga waspada karena jumlah penderita DBD terus meningkat.

"Sekarang sudah tidak ada hujan dan itu justru yang perlu diwaspadai karena genangan-genangan kecil akan menetap," ujarnya.

Kasus penyakit DB di Jakarta  naik hampir dua kali lipat. Pada 8 Maret ada 583 kasus dan jumlah tersebut naik pada 10 Maret menjadi 970 kasus. (Fer/Put/PO/TB/UL/UA/HT/DW/X-11)

BERITA TERKAIT