12 March 2020, 00:27 WIB

WHO Nyatakan Covid-19 Sebagai Pandemi


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyebut virus korona Covid-19 sebagai pandemi. Hal itu menyusul terus menyebarnya virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, ini merupakan pandemi pertama yang disebabkan oleh virus korona, keluarga virus yang sebelumnya juga menyebabkan merebaknya wabah SARS dan MERS.

Saat diumumkan sebagai pandemi, virus korona telah menginfeksi 124.660 orang di lebih dari 100 negara di dunia dan menyebabkan 4.585 kematian. Sebanyak 67.050 orang telah dinyatakan sembuh dari virus yang diduga berasal dari Pasar Ikan Huanan di Wuhan itu.

"Covid-19 sekarang sudah bisa dikarakteristikan sebagai pandemi. Virus korona sebelumnya belum pernah mencapai level pandemi," kata Tedros dalam konfeerensi persnya di markas WHO, Kamis (12/3) dini hari WIB, seperti dikutip dari AFP.

Tedros menegaskan, penyebaran virus korona yang masif menjadi alarm bagi negara-negara di dunia yang lamban dalam menanganinya.

Pandemi adalah penyakit yang menyebar di banyak negara di seluruh dunia secara bersamaan.

Baca juga : Korban Virus Korona Italia Melonjak

Namun Tedros mengatakan dengan menyebut wabah pandemi tidak berarti WHO mengubah sarannya tentang apa yang harus dilakukan oleh negara.

Dia meminta pemerintah untuk menangkal wabah dengan mengambil tindakan mendesak dan agresif.

"Beberapa negara telah menunjukkan virus ini dapat ditekan dan dikendalikan," kata mantan menteri Luar Negeri Ehiopia itu.

"Tantangan bagi banyak negara yang sekarang berurusan dengan kelompok besar atau transmisi masyarakat bukanlah apakah mereka dapat melakukan hal yang sama, melainkan apakah mereka mau," imbuhnya.

Menurutnya pemerintah di dunia harus mencapai keseimbangan yang baik antara melindungi kesehatan, meminimalkan gangguan, dan menghormati kehidupan manusia.

"Kita melakukannya secara bersama, melakukan hal yang benar dengan tenang dan melindungi warga dunia. Itu bisa dilakukan," tandas Tedros. (BBC/AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT